visi & misi

Tampilkan postingan dengan label generali group. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label generali group. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 September 2014

Fantastis! Karyawan Google Tetap Terima Gaji Walaupun Sudah Meninggal

Siapa yang tidak kenal Google, mesin pencari dengan algoritma paling cerdas saat ini. Hasil pencarian dari Google kian hari terasa makin mengerti apa yang sedang kita cari dan inginkan. Google juga merupakan salah satu perusahaan impian semua orang dapat bekerja disana.

Google-pun memiliki banyak reputasi yang spektakuler dan fantastis dalam produk - produk yang dimilikinya seperti Youtube, Google Chrome, Blogger, Android, Google Maps, Gmail, Google Translate, Google Drive, Google Apps, Google Adsense, Google Calendar, Google+ dan masih banyak lagi. 

Silakan hitung sendiri dalam gambar ini.Sebagian besar layanan dan produk yang mereka miiki disediakan secara cuma - cuma tanpa mengurangi profesionalitas mereka, mereka tetap memberikan layanan dukungan jika diperlukan, mereka juga memberikan fitur dan fasilitas yang layaknya tidak akan didapat jika kita berlangganan secara cuma - cuma. Siapa yang tidak suka gratisan tapi fitur berlimpah dan ok punya?






Tidak hanya sampai disitu, Google sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Mereka merawat karyawannya layaknya sebuah aset yang tak ternilai harganya dan dengan cara inilah Google menuai cinta dari karyawannya sebagai feedback atas perhatian yang sangat baik kepada mereka. Terbukti dari pertumbuhan karyawannya yang cukup signifikan, dari 10.000 orang di tahun 2010 dan di tahun 2012 menyentuh angka 30 ribu karyawan, meningkatnya produktifitas dan kreatifitas kerja dari tahun ketahun.

Yang sangat menarik salah satunya adalah pemberian dana kematian bagi mantan karyawannya (mereka menyebutannya dengan panggilan Xoogler, mungkin singkatan dari eks Googler). Ini termasuk tawaran untuk membayarkan separuh gaji si karyawan yang meninggal dunia kepada pasangannya selama satu dekade. 

Bahkan, Google tak mengenakan syarat masa kerja apa pun untuk fasilitas ini. Artinya, sebagian besar dari 30.000 karyawannya dapat menikmatinya. Namun, tawaran itu sejauh ini baru berlaku bagi karyawan Google di Amerika Serikat saja. Skema dana kematian itu sudah diterapkan pada awal tahun ini.

Laszlo Bock, SVP, People Operations dari Google mengatakan bahwa manfaat dana kematiaan itu tidak stop pada gaji saja. Pasangan karyawan Google yang meninggal akan mewarisi manfaat saham dan anak mereka akan mendapat USD 1.000 per bulan sampai usia 19 tahun.Google memastikan keluarga karyawan terurus ketika ada kejadian tak terduga – bahkan meskipun itu tak bermanfaat langsung bagi bisnisnya.

Tapi, manfaat dana kematian itu bakal menarik lebih banyak kandidat untuk bekerja pada Google dan membuat karyawan lebih loyal. Google sendiri mengaku hal itu hanya efek samping, bukan alasan perusahaan memberikan dana kematian.

“Adalah lebih baik untuk bekerja pada perusahaan yang peduli dengan Anda daripada perusahaan yang tidak. Dan dari sudut pandang perusahaan, adalah lebih untuk peduli daripada tidak,” kata Laszlo Bock.

Tidak banyak dan mungkin hanya Google satu - satunya perusahaan yang memberikan tunjangan kematian dengan skala besar. Tunjangan kematian ini dan jaminan kesejahteraan jika si pencari nafkah meninggal dunia juga bisa ditemukan pada beberapa jenis asuransi, seperti Prulink, tidak saja proteksi tetapi juga investasi, tidak hanya satu proteksi tapi dipaket dalam beberapa manfaat proteksi sekaligus.

Jika bekas perusahaan dimana anda pernah bekerja atau perusahaan dimana saat ini anda bekerja tidak memberikan manfaat serupa yang ditawarkan Google, Inc - jangan pikir panjang, silakan kontak SAYA segera agar anda tidak lupa untuk memberikan jaminan kepada generasi penerus anda, layaknya mendapatkan manfaat yang serupa dengan diberikan Google bagi karyawannya bahkan ini lebih baik.

 

Minggu, 23 Maret 2014

GENERALI ANDALKAN UNIT LINK

JAKARTA. Pada awal tahun 2014 ini, sejumlah perusahaan asuransi kembali mengeluarkan beberapa produk unitlink atau asuransi berbalut investasi. Sebut saja Jiwasraya yang bekerjasama dengan Bank Victoria, kemudian ada AIA Indonesia yang menggandeng BCA sebagai partner untuk memasarkan produk unitlink-nya.
 
 
Yang terbaru, peluncuran produk unitlink dari Generali Indonesia berkerjasama dengan Bank Victoria pada Kamis (20/2). 
 
Lalu, bagaimana sebenarnya kinerja unitlink perusahaan asuransi tahun lalu ketika pasar sedang bergejolak dan prospeknya di tahun ini?
 
 
Biarpun pada tahun lalu ada gejolak di pasar saham, namun ternyata PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) masih mampu bertumbuh cukup tinggi. Generali Indonesia membukukan pendapatan premi pada 2013 hingga mencapai Rp 1,301 Triliun dengan kenaikan pertumbuhan sebesar 102% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 yang hanya mencapai Rp 644 miliar. Generali juga berhasil melampaui target Rp 900 miliar.
 
 
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia yang sudah diolah, Generali Indonesia mencatat rata-rata pertumbuhan per tahunnya sejak 2010-2013 sebesar 135,8%. Biarpun begitu, bila dilihat dari tingkat rangking, Generali Indonesia menempati rangking ketujuh dalam total Single Premium Unitlink tahun 2013 dengan nilai Rp 770,8 miliar dan peringkat ketujuh dalam Bancassurance Single Premium Unitlink 2013 dengan nilai Rp 684,6 miliar.
 
 
Chief Excecutive Officer (CEO) Generali, Edi Tuhirman bilang, produk unitlink tahun lalu memang tumbuh sangat luar biasa. Dari total pendapatan premi tahun lalu sebanyak 76% disumbang dari produk unitlink, sedangkan sisanya yang sebesar 24% disumbang dari produk tradisional.
 
 
Edi mengatakan, ketika terjadi pertumbuhan ekonomi yang melambat, banyak nasabah yang masih menaruh uangnya di Generali Indonesia. Dengan sistem Auto Risk Management System (ARMS), uang nasabah dipindahkan ke kantong investasi yang lebih aman seperti pasar uang.
 
 
"Jadi nasabah tidak perlu menarik uangnya. Begitu pasar lagi turun, dana otomatis masuk pasar uang. Jadi jangan sampai dana tersebut ditarik lagi ke nasabah, kemudian ketika pasar naik, masuk lagi ke kita, kita akan kehilangan waktu. Kan pasar geraknya sangat cepat, " kata Edi.
 
 
Edi menjelaskan, saluran investasi unitlink yang ada di Generali masuk saham (equity), pendapatan tetap, dan pasar uang. Pada saat masuk, premi dari nasabah akan ditaruh di equity, namun untuk selanjutnya bisa berubah tergantung pada kondisi pasar saat itu.

 
Edi menambahkan, setiap harinya akan ada sistem penyeimbang ulang otomatis. Ketika indeks saham jatuh akan jauh lebih aman ditempatkan di pasar uang, sehingga resiko ketika turun lebih kecil. Setelah pasar stabil, maka akan masuk kembali ke komposisi investasi sesuai dengan yang telah ditentukan oleh nasabah.


"Kalau pasar lagi jatuh, kita biasaya banyak ke pasar uang karena terjadi proses cut loss. Tetapi kalau pasar lagi naik tajam seperti saat ini, kemungkinan besar banyak bermain di ekuitas. jadi sangat tergantung kondisi pasar setiap harinya," kata Edi menjelaskan.



Sumber : http://mobile.kontan.co.id/news/generali-andalkan-unitlink-memupuk-premi

Sabtu, 15 Maret 2014

Jago-Jago Agen Asuransi Berkumpul di Top Agent Award 2013

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali akan menggelar ajang peghargaan untuk agen berprestasi di industri asuransi jiwa di tahun ini. 

Perhelatan akbar yang dikenal dengan sebutan Top Agent Award Asosiasi Asuransi jiwa Indonesia (TAA AAJI) tahun 2013 akan berlangsung pada 26-27 Juni 2013 di Bandung. 

Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, menegaskan penyelenggaraan acara TAA ini selain sebagai apresiasi terhadap para agen terbaik di tingkat nasional, juga sebagai sarana untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa profesi agen asuransi jiwa adalah profesi yang bergengsi dan punya prospek yang sangat baik. Dengan demikian, akan lebih banyak lagi masyarakat tertarik dan berminat menjadi agen asuransi jiwa.

“Kami harapkan ajang ini terus mendorong tercapainya 500 ribu agen di industri pada tahun 2015” papar Hendrisman dalam konferensi pers terkait rencana penyelenggaraan TAA AAJI ke-26, di Jakarta, Rabu (22/5).

Kepala Departemen Kanal Distribusi Agency AAJI, De Yong Adrian, menjelaskan pentingnya penghargaan kepada agen oleh karena AAJI melihat angka pertumbuhan tenaga pemasaran asuransi jiwa di Indonesia akan terus bertumbuh secara baik dalam 1-3 tahun ke depan. Sehingga sudah menjadi target AAJI untuk meningkatkan jumlah tenaga pemasaran berlisensi kedepannya menjadi 500 ribu di tahun 2015.

Menurut De Yong, AAJI menyadari bahwa sebagai lapangan kerja yang menarik, jalur keagenan maupun kemitraan akan terus menjadi tujuan potensi karir yang menarik. Sehingga ke depan AAJI bersama industri asuransi jiwa akan terus megembangkan jumlah tenaga pemasaran dalam mendukung tujuan pemerintah untuk mendorong industri keuangan di Indonesia

“Salah satu caranya adalah dengan terus mendidik tenaga pemasaran yang berlisensi untuk terus dapat berkontribusi terhadap peningkatan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. Cara lainnya adalah dengan penurunan biaya ujian lisensi keagenan untuk semakin mempermudah akses publik menjadi agen profesional. Penghargaanya, kita gelar secara tahunan melalui TAA AAJI ini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia TAA-AAJI ke-26, Agustiar Hendro mengungkapkan, TAA-AAJI 2013 menggambil tema ‘Peduli dan Melindungi Semua’. Dia menjelaskan, pemilihan tema tersebut didasari oleh pertimbangan bahwa selain oleh karena TAA yang diselenggarakan setiap tahun oleh AAJI sebagai wujud apresiasi  asosiasi terhadap profesi agen asuransi jiwa di Indonesia, para agen asuransi juga akan bisa lebih mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk berasuransi. Selain itu, agen juga harus lebih fokus dalam menjalankan profesinya dan meningkatkan diri sebagai insan perasuransian yang profesional.

Agustiar Hendro menambahkan, pemilihan tema ini merupakan wujud apresiasi dari para agen asuransi jiwa yang selalu peduli dan siap melindungi semua kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari kelas bawah hingga teratas dalam kesadaran berasuransi.  Sebab, hingga saat rakyat Indonesia yang berasuransi masih dibawah 10 persen. Untuk itu, dengan makin banyaknya agen asuransi jiwa, secara tidak langsung mereka juga telah membantu menyadarkan dan mengingatkan akan pentingnya sebuah keluarga memiliki produk asuransi.

“Tema Peduli Semua itu juga bisa  bagi para agen sendiri.  Para agen yang sudah produktif dan berprestasi untuk bisa membantu dan memotivasi para agen baru sebagai bentuk kepedulian, agar mereka juga bisa menghasilkan prestasi dan bisa setia dengan profesinya tersebut. Bahwa profesi agen memang benar-benar menjanjikan. Sehingga, nantinya akan lahir agen-agen terbaik lainnya,” kata Agustiar Hendro, perwakilan dari Asuransi Bumiputera 1912 ini.

Peserta yang akan hadir dalam acara TAA AAJI tersebut antara lain para top agent perusahaan asuransi jiwa  di Indonesia, para CEO dan top executive perusahaan asuransi jiwa, regulator, dan para undangan lain yang totalnya ditargetkan mencapai sekitar 1.000 orang.

Dalam ajang TAA-AAJI 2013 kali ini, AAJI melakukan beberapa penyempurnaan pada bagian kategori dan kriteria, hal ini dilakukan untuk memenuhi aspirasi dari anggota, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan berdasarkan pengalaman pelaksanaan TAA sebelumnya. Ada pun kategori yang ditambahkan dalam pelaksanaan TAA tahun ini adalah Top Agent Of Telemarketing. Sehingga total kategori meliputi;

Source : http://swa.co.id/business-strategy/jago-jago-agen-asuransi-berkumpul-di-top-agent-award-2013

GENERALI CLAIM PUNYA ALAT PENANGKAL UNITLINK



JAKARTA, KOMPAS.com - Gejolak pasar modal tanah air belum juga berakhir. Kondisi ini otomatis memukul perolehan hasil investasi pasar modal khususnya unitlink. Membaca ini, demi meminimalisir kerugian, PT Asuransi Generali Indonesia (Generali Indonesia) menawarkan teknologi yang bisa mengamankan keranjang investasi nasabah.

Layanan yang ditawarkan adalah sistem auto risk management system (ARMS). Ini adalah sistem perlindungan nasabah di mana saat pasar modal turun secara otomatis keranjang investasi dipindahkan ke tempat lebih aman.

"Portofolio nasabah harus aman. Sistem ini membuat nasabah lebih leluasa untuk mengatur sendiri asset investasinya sesuai dengan profil resiko," kata Edy Tuhirman, Direktur Utama Generali Indonesia pada Kamis (26/9).

Melalui sistem ARMS ini, Edy mengakui perolehan premi Generali Indonesia terkerek. Sepanjang kuartal 1 2013, premi mencapai Rp 826 miliar naik 251% dari Rp 235 miliar. (Mona Tobing)

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/09/26/1603074/Generali.Klaim.Punya.Alat.Penangkal.Kerugian.Unit-linked

Sabtu, 22 Februari 2014

Penayangan Iklan ARMS [ARMS Testimonial Campaign]

Iklan Arms

Berikut ini adalah schedule penayangan iklan ARMS di media :


Jawa Pos
January 20, 2014
Lombok Pos
January 20, 2014
Analisa
January 20, 2014
Bali Pos
January 20, 2014
Batam Pos
January 20, 2014a
Riau Pos
January 20, 2014
Tanjung Pinang Pos
January 20, 2014
Suara Merdeka
January 20, 2014
SWA Magazine
January 23, 2014
Kompas
February 3, 2014
Jawa Pos
February 3, 2014
Analisa
February 3, 2014
Tribun Kaltim
February 3, 2014
Bali Pos
February 3, 2014
Batam Pos
February 3, 2014
Riau Pos
February 3, 2014
Pikiran Rakyat
February 3, 2014
Suara Merdeka
February 4, 2014
Kompas
February 10, 2014
Jawa Pos
February 10, 2014
Analisa
February 10, 2014
Bali Pos
February 10, 2014
Batam Pos
February 10, 2014
Riau Pos
February 10, 2014
Fajar
February 10, 2014
Suara Merdeka
February 11, 2014
Jawa Pos
February 12, 2014
Analisa
February 12, 2014
Bali Pos
February 12, 2014
Batam Pos
February 12, 2014
Riau Pos
February 12, 2014
Suara Merdeka
February 13, 2014
Kompas
February 17, 2014
Analisa
February 17, 2014
SWA Magazine
February 20, 2014
Analisa
February 24, 2014
Kompas
February 25, 2014
Infobank
March 1, 2014
Info Gading
March 1, 2014
Info Serpong
March 1, 2014
Kompas
March 3, 2014
SWA Magazine
March 6, 2014
SWA Magazine
March 17, 2014
Info Gading
April 1, 2014
Info Serpong
April 1, 2014
SWA Magazine
April 10, 2014


Rabu, 12 Februari 2014

6 PRINSIP DASAR DALAM ASURANSI


KOMPAS.com Di dalam berasuransi, ada hal-hal pokok yang harus diperhatikan agar pelaksanaan asuransi menjadi lebih lancar.
Apa saja itu? 

Berikut 6 hal yang perlu diperhatikan:
 

1. Dilindungi oleh hukum
 

Hak untuk mengadakan asuransi antara pihak tertanggung (penerima asuransi) dan pihak penanggung (perusahaan asuransi) ini diakui oleh hukum.


2. Kejujuran kedua belah pihak
 

Kejujuran adalah sebuah hal mutlak dalam sebuah perjanjian. Kejujuran ini berkaitan dengan pelaksanaan dalam berasuransi nantinya. Bagi tertanggung wajib memberikan keterangan yang jelas dan jujur mengenai obyek yang akan dipertanggungkan. Misalnya saat mengambil asuransi kesehatan, maka diberikan data apa saja penyakit yang diderita dan apa saja penyakit yang bisa ditanggung. Begitu juga dengan asuransi kerugian. Jika memberikan data yang lengkap, maka perusahaan asuransi akan lebih leluasa dalam menata nasabahnya. Sehingga saat ada klaim, maka klaim tersebut akan bisa langsung cair.


3. Kewajiban membayar premi
 

Seperti yang sudah dikatakan, no premium no insurance, maka tidak ada premi tidak ada asuransi. Di sini pihak tertanggung harus membayar premi. Di pihak penanggung akan menyediakan dana kompensasi, khususnya jika kerugian itu terjadi pada tertanggung.


4. Waspada dengan kerugian
 

Pihak penanggung tentu saja sudah memberikan kerugian apa saja bagi pihak tertanggung untuk bisa ditanggung. Perusahaan asuransi juga akan membeberkan secara jelas.


5. Klaim
 

Jika ada kerugian, maka pihak perusahaan asuransi akan mengecek apakah kerugian tersebut sesuai dengan perjanjian awal. Jika sesuai, maka klaim akan dicairkan dan dibayar sesuai kesepakatan. Di sini ada pengalihan hak antara pihak tertanggung kepada penanggung.


6. Kontribusi

Pihak penanggung memiliki hak untuk mengajak penanggung yang lain untuk menanggung bersama-sama. Namun, kewajiban ini memberikan kompensasi terhadap tertanggung tidak harus sama.

Sumber : www.kompas.com

Selasa, 11 Februari 2014

BELI ASURANSI, SEBAIKNYA LEWAT BANK ATAU AGEN?



KOMPAS.com - Membeli produk asuransi kini kian mudah. Banyak saluran distribusi untuk bisa membelinya. Di mana saja?

Pada umumnya, produk asuransi disebarkan melalui dua jalur, yaitu agen dan non agen. Namun sebenarnya inti dari dua jalur itu tetap sama, yaitu bisa bertatap muka untuk bisa menjelaskan secara rinci produk asuransi yang akan kita ambil.

Khusus jalur agen, calon nasabah harus menemui agen yang telah memiliki sertifikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). "Bila perlu, silahkan meminta agen tersebut menunjukkan kartu lisensinya dan masa berlakunya agar Anda terpastikan statusnya," kata Direktur Eksekutif AAJI Benny Waworuntu.

Tujuannya, agar secara hukum dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, calon nasabah akan dapat mengetahui produk asuransi yang benar-benar diinginkannya.

Sementara untuk non agen, jalur distribusi yang biasa dipakai adalah melalui bank dan telemarketing. Jalur distribusi non agen ini lebih tepat jika calon nasabah berniat membeli asuransi yang melekat dengan produk perbankan, seperti deposito, tabungan pendidikan, tabungan berjangka ataupun pembiayaan.

Namun sebelum membeli produk asuransi ini dan memutuskan untuk memilih distribusinya, yang terpenting adalah memilih perusahaan asuransi yang tepat. "Karena sebagus-bagusnya agen, kalau perusahaannya bangkrut, yang membayar klaim adalah perusahaan, bukan agen," tambahnya.

Dari data AAJI, saat ini jalur non agen khususnya bank sudah menjadi kontributor terbesar dalam penyumbang premi, dibanding agen. Berdasarkan data AAJI kuartal II-2012, total premi yang masuk Rp 49,65 triliun. Jalur bank mengontribusikan Rp 20,1 triliun. Sementara dari agen    Rp 19,5 triliun. Sisanya dari telemarketing Rp 1 triliun dan Rp 9 triliun dari saluran distribusi lainnya.

"Ini merupakan sejarah baru bagi bisnis bancassurance (asuransi melalui bank). Selama ini jalur dari agen selalu mendominasi," tambah Benny.

Padahal jumlah agen selalu bertambah setiap tahunnya. Di periode yang sama, jumlah agen mencapai 308.229 orang atau meningkat 43,2 persen dibanding tahun semester I-2011 sebesar 215.304 orang.

"Meski jalur dari bank semakin kuat, keagenan akan menjadi tulang punggung bagi industri asuransi jiwa sampai akhir tahun," tambahnya.

Kamis, 06 Februari 2014

INFORMASI PENTING

Generali Group


  • hadir di lebih 60 negara
  • didukung lebih dari 80,000 karyawan yang tersebar diseluruh dunia
  • 65 juta klien di seluruh dunia
  • menangani aset lebih dari € 400 milyar


Consolidated statement and Half-Yearly report (€ million)

Gross written premiums 69,613
    life segment 46,810
    non-life segment 22,803
Consolidated operating result 4,219
result of the period 90
Total investment 392,658
Total asset under management (AUM) 490,065
Shareholder's equity attributable to the Group 19,828



Assicurazioni Generali S.p.A.

Registered capital
1,556,873,283.0
Shareholders' fund (2011)
€ 14,485 million
Net profits (2011)
325,5 million 
Dividend (2012)
0.20 per share

PRODUK DAN LAYANAN

Keamanan dan Proteksi

Grup Generali, dengan pengalaman selama hampir dua abad, diakui sebagai kekuatan keuangan dan konsolidasi kemitraan dengan reasuransi internasional ternama, beroperasi di semua jenis asuransi.


Lini bisnis yang meliputi risiko massa (seperti kewajiban pihak ketiga mobil dan cedera pribadi) untuk pabrik-pabrik industri yang sangat kompleks, dari kebijakan sederhana untuk perlindungan keluarga untuk kontrak luas memuaskan kebutuhan kompleks perusahaan multinasional .


Dengan kemampuan untuk beradaptasi dengan semua perubahan pasar, Generali sering menjadi kekuatan pendorong di belakang inovasi dalam industri: salah satu contoh tentu Europ Assistance, yang berbasis di Paris, pemimpin dunia di sektor bantuan, atau, di Italia, Genertel, yang terspesialisasi dalam penjualan langsung melalui telepon dan melalui web.




Dalam beberapa tahun terakhir, Generali mengadopsi strategi diversifikasi bisnis, yang berfokus pada menyediakan cakupan untuk individu, melindungi pendapatan mereka dan mengoptimalkan tabungan mereka, terutama melalui produk kehidupan, melalui program pensiun individu dan kelompok. Dalam bidang ini Generali menawarkan solusi yang sangat canggih untuk perusahaan multinasional melalui struktur khusus, bernama GEB (Generali Employee Benefit) yang terletak di Belgia.

Generali fokus merambah bisnis asuransi tradisional hingga bisnis layanan finansial dan manajemen aset. Seiring evolusi strategis, Generali melengkapi berbagai produk yang tersedia dengan membentuk struktur perbankan internal, Banca Generali. Pada saat yang sama, Grup telah mulai mengoptimalkan kinerja produk untuk kepentingan penabung, dan telah mulai berkonsentrasi kegiatan manajemen aset di beberapa perusahaan khusus, yang digabungkan menjadi jaringan tunggal Eropa



Jika Anda tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai lingkup bisnis dan pelayanan Grup Generali, sila merujuk pada The Group Worldwide untuk menemukan situs yang relevan.

LOKASI KANTOR

Lokasi utama Assicurazioni Generali di Itali adalah 

Kantor Resmi - Central Head Office dan Kantor Operasional Pusat Italia


Kantor Pusat - Trieste

Beralamat di  Piazza Duca degli Abruzzi 2. Disini para Manajemen Utama dan Pusat Perusahaan yang memandu seluruh operasional Grup.





Kantor Operasional Pusat Italia - Mogliano Veneto

Di kantor pusat ini yang bertanggungjawab untuk mengatur dan memberikan koordinasi segala aktivitas dari perusahaan Italia, termasuk distribusi dan pelayanan klaim. Kantor ini beralamat di Mogliano Veneto, Treviso, in via della Marocchesa 14.

PELUANG BISNIS * PASSIVE INCOME GENERALI