visi & misi

Tampilkan postingan dengan label asuransi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asuransi. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Juli 2014

Bagaimana Meraih Kemandirian Finansial

Istilah financial quotient mungkin tidak sepopuler intelegent quotient, emotional quotient atau bahkan spiritual quotient. Financial quotient (Fin-Q) adalah kesadaran akan kondisi keuangan dan kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan dan mengimplementasikan tata kelola keuangan dengan baik.

Untuk mengukur Fin-Q, Citigroup Asia Pacific melakukan wawancara online dengan 100 responden di Indonesia. Responden yang digunakan adalah berusia 18 tahun ke atas, memiliki rekening bank atau kartu kredit.

Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain:

  • Apakah Anda puas dengan kualitas kehidupan? 
  • Apakah Anda sudah mapan dalam menghadapi kondisi keuangan di masa mendatang? 
  • Apakah Anda  membuat anggaran dan mematuhinya setiap bulan? 
  • Apakah Anda menabung setiap bulannya?

Nilai Citi Fin Q untuk Indonesia menunjukkan rata-rata 51 dari 100 poin atau berada di posisi average low. 

"51 persen mempunyai kemampuan financial planning dengan baik," kata Retail Bank Head Citibank Meliana Sutikno.

Separuh responden menyatakan puas akan kualitas kehdiupannya, atau 59 persen. Sementara sisanya 41 persen merasa tidak puas. Sebagian besar juga merasa optimistis (78 persen) menghadapi keuangan di masa depan, dan 23 persen khawatir akan keuangan di masa depan.


Orang Indonesia umumnya tidak bermasalah dengan kartu kredit karena 54 persen orang Indonesia membayar penuh tagihan kartu kredtinya secara reguler. Namun demikian orang Indonesia belum memiliki disiplin menabung karena hanya 47 persen mempunyai kebiasaan menabung, sementara 45 persen berusaha menabung saat memungkinkan.

Sedangkan hanya 29 persen mematuhi anggaran bulanan yang dibuatnya dan 82 persen baru dalam tahap berusaha mengikuti anggaran. 

"Pada umumnya orang Indonesa paham bahwa menabung itu penting, namun tidak memiliki disiplin untuk menyisihkan uang dan mengikuti rencana anggaran," tuturnya.

Dari hasil tersebut orang Indonesia tidak memiliki kemampuan finansial di masa pensiun. 

Hanya 19 persen cukup yakin akan berapa dana yang dibutuhkan saat pensiun, 41 persen tidak tahu kebutuhan dana di masa pensiun, 23 persen telah memiliki rencana pensiun formal dan 24 persen belum memulai rencana apapun.

Terkait masa pensiun, 52 persen percaya tabungan pensiun akan membawa ke kehidupan yang nyaman, sementara 49 persen tidak yakin sama sekali mengenai hal itu. 

Ironisnya jika ia kehilangan pekerjaan, 1 dari 5 orang Indonesia menyatakan bahwa tabungannya hanya mencukupi untuk 4 minggu mendatang. Sementara sisanya 81 persen memiliki tabungan untuk 11 minggu saja.

"Di masa pensiun terdapat orang tua yang bergantung pada anaknya dengan demikian saat mencapai hari tua pun orang tersebut tidak mampu mencapai kemandirian finansial," jelasnya.

Orang Indonesa juga masih belum percaya akan asuransi. Hal itu ditunjukkan dengan 43 persen merasa sudah terlindungi asuransi dan 31 persen tidak memiliki asuransi sama sekali. 

Orang Indonesia juga masih sedikit yang memahami bagaimana berinvestasi, karena jika diberi 6 bulan gaji untuk diinvestasikan hanya 39 persen yang benar-benar tahu bagaimana dana tersebut akan diinvestasikan.

Untuk mencapai kemandirian finansial, maka dianjurkan untuk melakukan hal-hal yaitu menentukan tujuan finansial jangka pendek dan jangka pajnang. Sebaiknya  juga membuat anggaran dan menabung secara reguler sesuai dengan rencana anggaran.

Dalam mendukung investasi  sebaiknya setiap orang memahami produk dan layanan keuangan sehingga dapat mengalokasikan dana tidak hanya untuk menabung, tetapi juga untuk berinvestasi agar dana yang dimiliki dapat menghasilkan pengembalian lebih besar.


Anda juga harus melakukan proteksi diri untuk hari tua beserta anggota keluarga.

10 Cara Jitu Agar Gemar Menabung

Kebiasaan menabung bukanlah perkara mudah. Banyak yang mengeluh sulit menyimpan uangnya, bahkan dalam jumlah kecil. Umumnya masyarakat belum terbiasa disiplin menyisihkan uang untuk ditabung segera setelah mendapatkan penghasilan.


Hal ini kemungkinan terjadi karena beberapa faktor, yaitu pendapatan yang benar-benar minim dan hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari dan masyarakat umumnya tidak menentukan tujuan finansialnya dengan jelas.


Dari hasil Citi Financial Quotient Survey (Survey Kecerdasan Finansial) yang dilakukan setiap tahun, terlihat juga bahwa pergeseran kebiasaan menabung orang Indonesia tidak terlalu banyak berubah. Sekitar 47 % orang Indonesia sudah mulai menabung, sementara hanya 29 % yang taat kepada anggaran belanja yang dibuatnya.


Lantas bagaimana caranya untuk membiasakan agar kita mudah menabung. Berikut ini 10 cara mudah menabung:


1. Catat kebiasaan anda dalam sebulan

Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menabung. Sebenarnya menabung itu sangat mudah, selama pengeluaran Anda lebih kecil dari pendapatan. Sebelum Anda memutuskan untuk menghemat pengeluaran yang mana, Anda harus tahu bagaimana kebiasaan Anda dalam mengeluarkan uang setiap bulannya.


Untuk itu cobalah mulai bulan depan untuk mencatat pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Gunakan buku kecil yang mudah dibawa kemana-mana. Jangan kaget kalau ternyata kebiasaan ngopi yang hanya Rp 25.000 per minggu, sebenarnya bisa mencapai Rp 2 juta setahun. Jika Anda menemukan hal-hal seperti ini, maka berhematlah dengan cara membuat kopi sendiri atau biasakan membawa botol air minum kemanapun Anda pergi.


Begitu juga dengan pengeluaran yang lain, untuk beli baju tunggu saja waktu ada SALE dan tentukan batas anggaran yang bisa digunakan saat belanja.



2. Sisihkan uang untuk anda pribadi

Kunci kesuksesan menabung adalah untuk menyisihkan uang di awal, sebelum pembayaran hal-hal lain seperti membayar listrik, air dan cicilan. Tentukan tujuan jangka panjang dan secara reguler tabunglah uang Anda dalam tabungan ataupun investasi.


Jika Anda terbiasa untuk berbelanja dan baru berusaha menabung setelah ada sisa uang di akhir bulan, maka umumnya sisa uang yang ada di rekening Anda tidak banyak.


Jangan beri kesempatan untuk boros, siapkan dana hari tua, dana darurat, dan dana kuliah dengan cara automatic transfer. Setiap akhir bulan Anda akan merasa senang bahwa Anda sudah menyimpan sesuatu untuk masa depan.


3. Tentukan Tanggal

Jika Anda mendapat gaji bulanan maka tidak akan bermasalah untuk menentukan tanggal untuk menyisihkan dana, tapi bagi Anda yang menerima upah/gaji tiap dua minggu, maka tentukan satu dari dua tanggal tersebut untuk menyisihkan dana yang akan ditabung. Jika Anda wirausahawan, tentukan tanggal di tengah bulan di saat Anda tidak membayar tagihan-tagihan.


4. Bayarlah Utang Anda

Segera melunasi utang adalah salah satu cara terbaik untuk mempercepat Anda dalam menabung. Hal ini disebabkan karena bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga tabungan.


5. Jaga terus disiplin anda

Setelah utang terbayar, maka teruslah sisihkan dana setiap bulannya ke tabungan, bahkan lebih baik lagi jika tersedia penarikan otomatis untuk dimasukkan ke investasi.


6. Motivasi diri anda untuk mencapai hasil yang besar

Tentukan apa yang Anda inginkan (Sofa Baru, Paket Liburan Keluarga, Home Theatre) dan ketahui berapa jumlah dana yang dibutuhkan, kemudian tentukan cara yang realistis seperti menabung reguler selama enam bulan. Letakkan gambar yang menunjukkan apa yang Anda impikan di meja kerja, kamar ataupun dompet agar Anda selalu ingat tujuan Anda menabung. Jadi tiap kali ada godaan diskon ataupun SALE di mal, Anda tidak mudah tergoda.


7. Buka rekening yang tidak bisa anda sentuh

Untuk pembelian dengan jumlah yang lebih besar, seperti down payment untuk rumah atau mobil, menabunglah perlahan dengan memanfaatkan deposito. Rekening ini umumnya memiliki tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa, dan jangka waktu yang periodenya telah ditentukan. Dengan demikian Anda tidak dapat menyentuhnya saat ada godaan untuk berbelanja, namun tetap dapat dicairkan saat terjadi keadaan darurat.


8. Gunakan Celengan atau toples untuk koin anda

Uang dalam bentuk koin sering dianggap tidak penting, padahal jika dikumpulkan sesuai dengan pepatah “sedikit sedikit lama lama menjadi bukit” Di saat toples atau celengan penuh bisa menambah jumlah tabungan Anda atau dapat digunakan untuk kebutuhan seperti membeli buku tulis anak, hadiah kecil dan lain-lain.


9. Kantongi bonus dan kejutan lainnya

Setiap kali Anda menerima bonus atau hadiah dalam bentuk tunai, langsung masukkan ke rekening tabungan. Uang ini bukan bagian dari penghasilan reguler Anda, sehingga jangan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari Anda dan simpanlah. Jika Anda memiliki utang, gunakanlah dana ini untuk melunasi utang Anda.


10. Biasakan Hidup Hemat

Terdapat banyak cara untuk berhemat tanpa harus menderita. Bawalah makanan dan air minum dari rumah, gunakan transportasi umum, berhenti merokok, berlibur di saat yang tidak padat (low season), manfaatkan diskon agar memperoleh barang yang Anda “butuhkan” dengan lebih murah, dan masih banyak lagi.

Jumat, 16 Mei 2014

OTORITAS JASA KEUANGAN : APA ITU ASURANSI?

 
 
ASURANSI

Asuransi adalah perjanjian antara penanggung dan tertanggung yang mewajibkan tertanggung membayar sejumlah premi untuk memberikan penggantian atas risiko kerugian, kerusakan, kematian, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi atas peristiwa yang tak terduga.
 
Usaha perasuransian merupakan kegiatan usaha yang bergerak di bidang:
  1. Usaha asuransi, yaitu usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup atau meninggalnya seseorang.
  2. Usaha penunjang usaha asuransi, yang menyelenggarakan jasa keperantaraan, penilaian kerugian asuransi, dan jasa akturia.
Usaha perasuransian dilaksanakan oleh:
Perusahaan Asuransi:
  1. Perusahaan Asuransi Kerugian, adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti.
  2. Perusahaan Asuransi Jiwa, adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.
  3. Perusahaan Reasuransi, adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh Perusahaan Asuransi Kerugian dan atau Perusahaan Asuransi Jiwa.
  1. Penunjang Usaha Asuransi:
    1. Perusahaan Pialang Asuransi, adalah perusahaan yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung.
    2. Perusahaan Pialang Reasuransi, adalah perusahaan yang memberikan jasa keperantaraan dalam penempatan reasuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi reasuransi dengan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi.
    3. Agen Asuransi, adalah seseorang atau badan hukum yang kegiatannya memberikan jasa dalam memasarkan jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung.
    4. Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi, adalah perusahaan yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada obyek asuransi yang dipertanggungkan.
    5. Perusahaan Konsultan Akturia, adalah perusahaan yang memberikan jasa akturia kepada perusahaan asuransi dan dana pensiun dalam rangka pembentukan dan pengelolaan suatu program asuransi dan atau program pensiun.

Minggu, 23 Maret 2014

GENERALI ANDALKAN UNIT LINK

JAKARTA. Pada awal tahun 2014 ini, sejumlah perusahaan asuransi kembali mengeluarkan beberapa produk unitlink atau asuransi berbalut investasi. Sebut saja Jiwasraya yang bekerjasama dengan Bank Victoria, kemudian ada AIA Indonesia yang menggandeng BCA sebagai partner untuk memasarkan produk unitlink-nya.
 
 
Yang terbaru, peluncuran produk unitlink dari Generali Indonesia berkerjasama dengan Bank Victoria pada Kamis (20/2). 
 
Lalu, bagaimana sebenarnya kinerja unitlink perusahaan asuransi tahun lalu ketika pasar sedang bergejolak dan prospeknya di tahun ini?
 
 
Biarpun pada tahun lalu ada gejolak di pasar saham, namun ternyata PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) masih mampu bertumbuh cukup tinggi. Generali Indonesia membukukan pendapatan premi pada 2013 hingga mencapai Rp 1,301 Triliun dengan kenaikan pertumbuhan sebesar 102% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 yang hanya mencapai Rp 644 miliar. Generali juga berhasil melampaui target Rp 900 miliar.
 
 
Berdasarkan data dari Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia yang sudah diolah, Generali Indonesia mencatat rata-rata pertumbuhan per tahunnya sejak 2010-2013 sebesar 135,8%. Biarpun begitu, bila dilihat dari tingkat rangking, Generali Indonesia menempati rangking ketujuh dalam total Single Premium Unitlink tahun 2013 dengan nilai Rp 770,8 miliar dan peringkat ketujuh dalam Bancassurance Single Premium Unitlink 2013 dengan nilai Rp 684,6 miliar.
 
 
Chief Excecutive Officer (CEO) Generali, Edi Tuhirman bilang, produk unitlink tahun lalu memang tumbuh sangat luar biasa. Dari total pendapatan premi tahun lalu sebanyak 76% disumbang dari produk unitlink, sedangkan sisanya yang sebesar 24% disumbang dari produk tradisional.
 
 
Edi mengatakan, ketika terjadi pertumbuhan ekonomi yang melambat, banyak nasabah yang masih menaruh uangnya di Generali Indonesia. Dengan sistem Auto Risk Management System (ARMS), uang nasabah dipindahkan ke kantong investasi yang lebih aman seperti pasar uang.
 
 
"Jadi nasabah tidak perlu menarik uangnya. Begitu pasar lagi turun, dana otomatis masuk pasar uang. Jadi jangan sampai dana tersebut ditarik lagi ke nasabah, kemudian ketika pasar naik, masuk lagi ke kita, kita akan kehilangan waktu. Kan pasar geraknya sangat cepat, " kata Edi.
 
 
Edi menjelaskan, saluran investasi unitlink yang ada di Generali masuk saham (equity), pendapatan tetap, dan pasar uang. Pada saat masuk, premi dari nasabah akan ditaruh di equity, namun untuk selanjutnya bisa berubah tergantung pada kondisi pasar saat itu.

 
Edi menambahkan, setiap harinya akan ada sistem penyeimbang ulang otomatis. Ketika indeks saham jatuh akan jauh lebih aman ditempatkan di pasar uang, sehingga resiko ketika turun lebih kecil. Setelah pasar stabil, maka akan masuk kembali ke komposisi investasi sesuai dengan yang telah ditentukan oleh nasabah.


"Kalau pasar lagi jatuh, kita biasaya banyak ke pasar uang karena terjadi proses cut loss. Tetapi kalau pasar lagi naik tajam seperti saat ini, kemungkinan besar banyak bermain di ekuitas. jadi sangat tergantung kondisi pasar setiap harinya," kata Edi menjelaskan.



Sumber : http://mobile.kontan.co.id/news/generali-andalkan-unitlink-memupuk-premi

Sabtu, 15 Maret 2014

Jago-Jago Agen Asuransi Berkumpul di Top Agent Award 2013

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali akan menggelar ajang peghargaan untuk agen berprestasi di industri asuransi jiwa di tahun ini. 

Perhelatan akbar yang dikenal dengan sebutan Top Agent Award Asosiasi Asuransi jiwa Indonesia (TAA AAJI) tahun 2013 akan berlangsung pada 26-27 Juni 2013 di Bandung. 

Ketua Umum AAJI, Hendrisman Rahim, menegaskan penyelenggaraan acara TAA ini selain sebagai apresiasi terhadap para agen terbaik di tingkat nasional, juga sebagai sarana untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa profesi agen asuransi jiwa adalah profesi yang bergengsi dan punya prospek yang sangat baik. Dengan demikian, akan lebih banyak lagi masyarakat tertarik dan berminat menjadi agen asuransi jiwa.

“Kami harapkan ajang ini terus mendorong tercapainya 500 ribu agen di industri pada tahun 2015” papar Hendrisman dalam konferensi pers terkait rencana penyelenggaraan TAA AAJI ke-26, di Jakarta, Rabu (22/5).

Kepala Departemen Kanal Distribusi Agency AAJI, De Yong Adrian, menjelaskan pentingnya penghargaan kepada agen oleh karena AAJI melihat angka pertumbuhan tenaga pemasaran asuransi jiwa di Indonesia akan terus bertumbuh secara baik dalam 1-3 tahun ke depan. Sehingga sudah menjadi target AAJI untuk meningkatkan jumlah tenaga pemasaran berlisensi kedepannya menjadi 500 ribu di tahun 2015.

Menurut De Yong, AAJI menyadari bahwa sebagai lapangan kerja yang menarik, jalur keagenan maupun kemitraan akan terus menjadi tujuan potensi karir yang menarik. Sehingga ke depan AAJI bersama industri asuransi jiwa akan terus megembangkan jumlah tenaga pemasaran dalam mendukung tujuan pemerintah untuk mendorong industri keuangan di Indonesia

“Salah satu caranya adalah dengan terus mendidik tenaga pemasaran yang berlisensi untuk terus dapat berkontribusi terhadap peningkatan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. Cara lainnya adalah dengan penurunan biaya ujian lisensi keagenan untuk semakin mempermudah akses publik menjadi agen profesional. Penghargaanya, kita gelar secara tahunan melalui TAA AAJI ini,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia TAA-AAJI ke-26, Agustiar Hendro mengungkapkan, TAA-AAJI 2013 menggambil tema ‘Peduli dan Melindungi Semua’. Dia menjelaskan, pemilihan tema tersebut didasari oleh pertimbangan bahwa selain oleh karena TAA yang diselenggarakan setiap tahun oleh AAJI sebagai wujud apresiasi  asosiasi terhadap profesi agen asuransi jiwa di Indonesia, para agen asuransi juga akan bisa lebih mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk berasuransi. Selain itu, agen juga harus lebih fokus dalam menjalankan profesinya dan meningkatkan diri sebagai insan perasuransian yang profesional.

Agustiar Hendro menambahkan, pemilihan tema ini merupakan wujud apresiasi dari para agen asuransi jiwa yang selalu peduli dan siap melindungi semua kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari kelas bawah hingga teratas dalam kesadaran berasuransi.  Sebab, hingga saat rakyat Indonesia yang berasuransi masih dibawah 10 persen. Untuk itu, dengan makin banyaknya agen asuransi jiwa, secara tidak langsung mereka juga telah membantu menyadarkan dan mengingatkan akan pentingnya sebuah keluarga memiliki produk asuransi.

“Tema Peduli Semua itu juga bisa  bagi para agen sendiri.  Para agen yang sudah produktif dan berprestasi untuk bisa membantu dan memotivasi para agen baru sebagai bentuk kepedulian, agar mereka juga bisa menghasilkan prestasi dan bisa setia dengan profesinya tersebut. Bahwa profesi agen memang benar-benar menjanjikan. Sehingga, nantinya akan lahir agen-agen terbaik lainnya,” kata Agustiar Hendro, perwakilan dari Asuransi Bumiputera 1912 ini.

Peserta yang akan hadir dalam acara TAA AAJI tersebut antara lain para top agent perusahaan asuransi jiwa  di Indonesia, para CEO dan top executive perusahaan asuransi jiwa, regulator, dan para undangan lain yang totalnya ditargetkan mencapai sekitar 1.000 orang.

Dalam ajang TAA-AAJI 2013 kali ini, AAJI melakukan beberapa penyempurnaan pada bagian kategori dan kriteria, hal ini dilakukan untuk memenuhi aspirasi dari anggota, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan dan berdasarkan pengalaman pelaksanaan TAA sebelumnya. Ada pun kategori yang ditambahkan dalam pelaksanaan TAA tahun ini adalah Top Agent Of Telemarketing. Sehingga total kategori meliputi;

Source : http://swa.co.id/business-strategy/jago-jago-agen-asuransi-berkumpul-di-top-agent-award-2013

Selasa, 25 Februari 2014

KUNCI UTAMA SUKSES : MINDSET SUKSES

Kalau anda belum punya mindset sukses, mungkin terasa aneh atau berat melakukan hal-hal yang akan saya tunjukkan pada anda sebentar lagi. Namun bagi anda yang punya mindset sukses, saya percaya akan jauh lebih mudah. Bahkan mungkin anda sendiri sudah menganggapnya sebagai sebuah keharusan.

Mengapa mindset sukses ini penting? 

Karena mindset sukses mendorong anda melakukan ACTION setiap saat guna meningkatkan kualitas hidup anda. Bukan cuma yang berhubungan dengan kesejahteraan hidup, tapi juga bagaimana menjaga kesehatan anda, mempersubur cinta anda pada orang-orang di sekeliling anda, dan segi-segi kehidupan lain yang anda anggap penting.

Sekarang saya ketengahkan dua ciri orang yang punya mindset sukses berikut ini. Pastikan kedua ciri ini tertanam baik dalam diri anda.

Pertama, mau belajar dari ACTION orang-orang yang sukses atau berhasil.

Ini mungkin yang paling penting. Orang yang punya mindset sukses selalu mau belajar dari orang lain yang sudah terbukti berhasil. Dari orang sukses tersebut, anda bisa tiru ACTION apa saja yang sudah dilakukannya hingga membuatnya sukses seperti sekarang.

Dengan memiliki contoh atau model orang sukses, akan jauh lebih mudah bagi anda untuk mengikuti jejaknya. Anda memiliki patokan bagaimana harus ACTION, apa yang harus dihindari, dan apa yang harus dilakukan saat menghadapi situasi tertentu. Tanpa harus mengalami trial dan error berulang-ulang, anda bisa mendapat pelajaran dari pengalaman yang telah dilaluinya.

Cari contoh atau model sukses anda. Jadikan orang tersebut sebagai model dari impian sukses anda. Pelajari apa saja ACTION-nya. Belajarlah bersamanya. Serta yakinlah kalau anda pun PASTI bisa mencapai keberhasilan serupa nanti.

Kedua, jadilah magnet positif yang menyebarkan energi positif kepada lingkungan anda.

Ketika anda memandang positif pada diri anda, berarti anda sudah mengundang hasil positif datang pada anda. Sebaliknya setiap anda memandang negatif pada diri anda, itu pula yang anda undang datang untuk masuk dalam kehidupan anda. Jadi, anda mau hasil yang mana? Meraih hasil positif atau negatif?

Kalau anda memilih menjadi pribadi yang positif, menjadi magnet positif yang menyebarkan energi positif pada lingkungan anda, saya punya caranya agar anda tetap memandang diri anda secara positif.

Begini…
  • Gambarkan diri anda pada kondisi yang anda cita-citakan dan bayangkan bagaimana rasanya. Misalkan, anda punya impian memiliki sebuah mobil BMW seperti yang sudah dirasakan oleh Mas Kurniawan berkat ilmu formula bisnis. Coba bayangkan saat impian anda itu tercapai. Pejamkan mata anda, bayangkan betapa nyaman mengendarai BMW yang empuk, kemana-mana tidak lagi kehujanan dan kepanasan.
  • Kelilingi diri anda dengan orang-orang yang berjiwa positif. Berada di tempat yang positif akan menumbuh-kembangkan rasa positif pada diri anda.
  • Tiap pagi, bangunkan diri anda yang mungkin masih mengantuk dengan kata-kata positif. Misalnya seperti “saya pasti bisa!”, “saya bahagia hari ini”, “hari ini begitu indah”, dan sejenisnya.
  • Jadilah orang yang terbuka. Terbuka pada kesempatan baru, peluang bisnis baru, akan membuka pintu kekayaan anda. Jaga motivasi dan jangan ragu untuk melakukan perubahan dari apa yang biasa anda lakukan setiap hari.
  • ACTION! Setiap anda berada dalam kondisi sangat positif seperti ini, jangan sia-siakan setiap detiknya tanpa melakukan apa-apa. ACTION-lah!
Mau belajar dan menjadikan diri anda sebagai magnet positif, bukan saja pasti mengubah diri anda menjadi lebih baik, namun juga orang-orang di sekitar anda akan terdorong mengikuti anda.

Tanamkan kedua ciri mindset sukses ini 
dalam kehidupan anda. 

Mulai saat ini juga. 

Coba dan rasakan bagaimana orang-orang 
akan memandang berbeda pada anda.

SALAM ACTION...!!!

BISNIS MLM VS BISNIS ASURANSI


Bisnis 


Bulan Februari lalu saya diajak bertemu oleh seorang member MLM di bidang produk kesehatan propolis. Dia menawarkan sebuah bisnis tanpa tutup poin, tanpa iming-iming, modal hanya sekali, dan bisa diwariskan. Karena saya juga punya bisnis, maka saya langsung mengiyakan ajakannya untuk bertemu. Mungkin kami bisa berbagi peluang bisnis, dan soal siapa bergabung dengan siapa, siapa yang tahu.

Kami bertemu awal Maret di rumahnya. Dia mengundang leadernya untuk berbagi wawasan dengan saya. Setelah sang leader memaparkan prospek bisnis di MLMnya, saya pun memaparkan prospek bisnis di perusahaan saya.

Harus diakui bahwa sistem MLM terbukti telah banyak sekali mencetak orang-orang kaya baru dalam waktu singkat. Semuanya ada orang-orang kayanya.

Tapi ada beberapa faktor yang membuat saya belum akan bergabung dengan bisnis MLM, setidaknya dalam waktu dekat.
  1. Bisnis MLM biasanya tergantung musim. Tahun ini MLM A yang ramai, tahun depan MLM B, tahun berikutnya MLM C, dan seterusnya. Dulu di kampus saya, aneka bisnis MLM muncul silih berganti di kalangan mahasiswa. Saya sendiri sempat mengikuti beberapa di antaranya, tapi tidak terlalu serius sehingga tidak ada yang berhasil.
  2. Produk sebuah perusahaan MLM mungkin sangat bagus, tapi dengan mudah akan selalu ada kompetitor yang membuat produk sama bagusnya atau bahkan lebih bagus. Perlu dicatat, kompetitor produk MLM bukan hanya sesama perusahaan MLM, tapi juga produk non-MLM, yang pada umumnya memberikan harga lebih murah.
  3. Sistem sebuah perusahaan MLM mungkin sangat oke, tapi dengan mudah akan muncul kompetitor dengan sistem yang sama okenya atau bahkan lebih oke. Faktor nomor 3 ini menimbulkan munculnya istilah “kutu loncat” dalam bisnis MLM.
  4. Adanya keraguan mengenai kekuatan perusahaan. Perusahaan MLM umumnya masih baru, belum terbukti eksis dalam jangka panjang. Banyak perusahaan MLM yang dulu ramai, sekarang tidak terdengar lagi kabarnya. Kalaupun kantornya masih berdiri, anggota-anggota barunya sudah tidak ada. Tampaknya mereka hidup hanya dengan menggantungkan penjualan pribadi dari anggota-anggota lama.
  5. Saya sendiri sudah punya bisnis yang luar biasa, yaitu bisnis asuransi di GENERALI.
Dibandingkan bisnis MLM, bisnis asuransi memiliki beberapa kelebihan yang menutupi kekurangan yang saya sebutkan di atas.
  1. Bisnis asuransi tidak tergantung musim. Sampai kapan pun orang akan butuh asuransi.
  2. Produk asuransi akan tetap laku dijual walaupun ada perusahaan kompetitor punya produk lebih bagus. Hal ini disebabkan beberapa hal, antara lain ketidakseimbangan informasi dan tidak mudahnya sebuah produk asuransi dibandingkan dengan produk dari kompetitor. Setiap perusahaan asuransi punya produk unggulan dengan nilai lebih yang biasanya tidak terdapat pada kompetitor. Dan jika sebuah produk dirasa kurang prospektif untuk dijual, perusahaan asuransi bisa membuat produk baru yang lebih baik.
  3. Keberhasilan dalam bisnis asuransi tidak terlalu bergantung pada sistem bisnisnya. Orang bisa sukses dan sejahtera hanya dengan berjualan produk. Tapi memang, jika mengikuti sistem, kesuksesan yang diraih akan jauh lebih besar. Dan dalam hal ini, bisnis asuransi memiliki sistem yang bagus, kuat, dan seandainya dirasakan ada kekurangan, sistem tersebut dengan mudah bisa diubah menjadi lebih baik. Sistem di perusahaan saya sendiri, GENERALI telah beberapa kali mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga kini menjadi lebih simpel dan mudah dicapai, namun dengan kompensasi yang lebih menguntungkan dan berjangka panjang.
  4. Kekuatan perusahaan asuransi tidak perlu diragukan lagi, khususnya yang sudah berdiri lama dan berskala global. Banyak perusahaan asuransi masuk dalam kategori Top Forbes 2000 atau bahkan Fortune 500. GENERALI sendiri termasuk yang terbesar di kategori perusahaan asuransi.
Kesimpulannya, bisnis asuransi memiliki fondasi yang jauh lebih kuat dibanding bisnis MLM mana pun, baik dari segi kebutuhan masyarakat, produk, sistem, maupun perusahaan. Jika ingin kaya dalam waktu singkat, MLM boleh jadi pilihan. Tapi jika ingin kaya dalam waktu cepat sekaligus makin kaya dalam jangka panjang, bisnis asuransi lebih layak jadi pilihan.

Selain itu ada beberapa hal lain yang membuat saya merasa nyaman dengan bisnis asuransi.
  1. Produk asuransi bersifat intangible, tidak terindera. Dengan demikian, saya tidak direpotkan dengan urusan menyimpan atau membawa barang.
  2. Stok produk asuransi selalu tersedia, berapa banyak pun permintaannya.
  3. Di mana pun dan kapan pun, saya bisa menawarkan jualan saya.
  4. Bisnis asuransi bisa dijalankan secara sendiri (hanya berjualan saja), bisa juga dengan membentuk tim. Dari komisi penjualan saja pun, orang bisa hidup secara cukup sejahtera.
  5. Jumlah orang yang perlu saya rekrut untuk menjadi agen asuransi, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah orang yang harus direkrut seorang member MLM.
  6. Bisnis asuransi memberikan keamanan finansial dalam jangka panjang, tidak khawatir perusahaannya tutup atau agen-agennya lari ke perusahaan lain. Hal ini karena agen asuransi adalah sebuah profesi resmi, lengkap dengan kode etik dan tuntutan profesionalismenya, sehingga orang yang bergabung di dalamnya akan berpikir dalam kerangka masa depan yang panjang. Berbeda dengan MLM yang pada umumnya lebih tampak seperti proyek bisnis sementara.

TIDAK ADA YANG SEMPURNA.
SETIAP BISNIS ADA KEKURANGAN & KELEBIHAN.
KEPUTUSAN DAN PILIHAN ADA DI TANGAN ANDA.

MLM ATAU ASURANSI...?


Minggu, 16 Februari 2014

BAGAIMANA BERKATA “YA” PADA ASURANSI




Tulisan ini hanyalah sekelumit cerita untuk membuka sedikit wawasan kita tentang apa itu asuransi, dimana asuransi sudah tidak bisa dikatakan sebagai barang mewah tetapi sudah menjadi suatu kebutuhan.

Mengapa demikian ?

Saya akan mencoba menulis tentang asuransi tanpa menggunakan istilah-istilah yang rumit dalam asuransi, karena saya sendiri sangat awam dengan istilah-istilah asuransi, saya akan menjelaskan kaitannya dengan pengalaman yang pernah saya alami.

Mungkin saya mempunyai pandangan yang konservatif terhadap asuransi atau dengan masih sederhananya sistem asuransi dimasa lalu atau karena keterbatasan pengetahuan yang saya miliki terhadap asuransi itu sendiri yang membuat saya ill feel dengan apa yang namanya asuransi.

Saya masih punya anggapan dengan “ikut” sebagai nasabah/peserta asuransi berarti menggadaikan keyakinan saya terhadap kehendak Tuhan yang seolah-olah akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, padahal tersebut belum tentu terjadi dan saya yakin masih banyak orang yang punya pandangan sama seperti apa yang saya yakini pada waktu itu.

Itulah sebabnya saya tidak pernah bisa bersahabat dengan yang namanya agen asuransi apapun asuransinya dan siapapun orangnya, walaupun pada akhirnya pernah menjadi nasabah dari asuransi kendaraan dan asuransi jiwa dan kecewa. Aneh tapi nyata ….????

Sampai pada suatu saat saya harus menandatangani kontrak (polis) asuransi, tanpa pernah memahami dengan benar apa isi kontrak perjanjiannya. Saya menandatangani hanya karena keterpaksaan, dengan pertimbangan rasa kasihan, tidak enak, malas membaca lembaran-lembaran kertas setumpuk dengan tulisan kecil-kecil, belum lagi harus pusing memahami istilah-istilah dan singkatan-singkatan kata yang njlimet dalam asuransi dan yang utama adalah untuk mengurangi rasa bersalah karena telah menggadaikan keyakinan saya terhadap kehendak Tuhan. Dengan asal tanda tangan pada kontrak perjanjian (polis) tanpa memahami isinya cukup buat saya untuk mengurangi rasa bersalah saya kepada Tuhan, karena seolah-olah agen asuransi yang membutuhkan tanda tangan saya pada polisnya bukan saya.

Dari hal di ataslah saya mulai melakukan kesalahan demi kesalahan. Yang pertama adalah ketika saya memutuskan bergabung dengan asuransi sebagai nasabah bukan karena kesadaran dari diri sendiri tetapi karena unsur keterpaksaan, sehingga saya tidak pernah membaca secara detail apa isi kontrak perjanjian dalam polis, semua saya serahkan kepada agen dan saya hanya focus pada pada berapa jumlah rupiah yang harus saya bayar setiap bulan sesuai kemampuan.

Kesalahan kedua saya adalah ketika saya mulai berfikir bahwa asuransi bukanlah sebagai kebutuhan tetapi sebagai beban pengeluaran yang harus saya sisihkan setiap bulan dari penghasilan untuk membayar premi, dimana saat itu saya hanya berfikir bagaimana uang yang saya gunakan untuk membayar biaya asuransi (premi) bisa saya manfaatkan untuk kebutuhan lainnya, karena secara fisik masih sehat aktivitas masih tinggi, sehingga kebutuhan akan hal-hal yang bersifat hiburan pun cukup tinggi

Kesalahan saya yang ketiga adalah kesalahan paling fatal ketika saya memutuskan secara sepihak untuk berhenti dari berasuransi, akibatnya uang yang selama ini saya setorkan hangus tanpa mendapatkan manfaat sedikitpun dari asuransi dikelak kemudian hari.

Memang pada saat saya memutuskan secara sepihak untuk berhenti dari asuransi tidak menjadi masalah, karena selama itupun kehidupan keseharian saya mulus-mulus saja.

Saya tidak pernah berfikir bahwa kondisi bisa berubah kapan saja tanpa pernah kita bayangkan sebelumnya.

Dan baru beberapa tahun kemudian apa yang selama itu tidak pernah saya bayangkan terjadi …. Ketika usia bertambah, kemampuan justru menurun secara fisik sudah tidak lagi seperti dulu, aktivitas menurun, sementara peningkatan penghasilan tidak sebanding naiknya tingkat kebutuhan, tabungan selama ini sedikit demi sedikit tergerogoti.

Namun hal itupun belum juga membuat saya berfikir bahwa sebenarnya asuransi adalah investasi yang paling tepat untuk mengatasi hal tersebut, sampai suatu saya bertemu kembali dengan teman lama juga yang menawarkan asuransi.

Dengan perasaan kurang nyaman saya menerima kehadirannya, mulai membuka percakapan dengan malas berharap dia segera pulang, namun dari awal pembicaraan yang kurang nyaman sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi seru. Tekad saya hanya satu yaitu mematahkan perjuangannya menawarkan asuransi kepada saya. Setiap kalimat yang diucapkan saya bantah dengan argument-argument yang menurut saya adalah fakta dilapangan yang sulit untuk dibantah, namun dari setiap bantahan saya dia selalu punya jawaban yang tepat untuk mematahkan keyakinan saya. Sempat rasanya saya putus asa dan ingin segera menyudahi pembicaraan saat itu juga.

Sampai pada saat cooling down, mind set saya mulai berubah, saya merasa mendapatkan wawasan baru tentang asuransi.

Saya pun mencoba membuka file asuransi yang pernah saya ikuti dan mencoba membandingkan asuransi yang satu dengan lainnya, di situlah saya melai menyadari kesalahan saya, karena ternyata asuransi yang pernah saya ikuti sangat jauh berbeda dengan apa yang saya bayangkan waktu itu. Artinya andaikan saya lanjutkan pembayarannya sampai selesaipun manfaat yang akan saya peroleh tidak akan sesuai dengan apa yang saya harapkan. Hal ini terjadi karena di dalam isi kontrak perjanjian terdapat banyak sekali batasan yang tidak sesuai dengan bayangan saya waktu itu dan saya tidak pernah membaca sekalipun.

Namun bukan berarti bahwa asuransi yang pernah saya ikuti itu buruk, karena setiap perusahaan asuransi menerapkan aturan yang berbeda yang boleh disebut sebagai suatu kelebihan atau kekurangan dan tugas kita sebagai nasabah adalah mengetahui secara rinci apa kelebihan dan kekurangan setiap product yang ditawarkan, sehingga kita tahu apa yang menjadi kebutuhan kita.

Dan bukan hanya itu saja, jenis asuransi yang sekarang memungkinkan pula kepada calon peserta/ nasabah untuk memilih keunggulan pada perlindungan atau pada investasinya tergantung kemampuan agen meramu jenis asuransinya sehingga harapan dan kebutuhan nasabah terpenuhi, tentunya dengan batasan-batasan yang sudah ditentukan tergantung apa perusahaan dan jenis asuransi yang ditawarkan.

Jadi pahamilah benar-benar isi kontrak dari polis asuransi yang ditawarkan, apapun asuransinya sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kita, sebelum kita menandatangani kontrak perjanjian (polis).

Oh iya ... saya pernah mengansurasikan kendaraan saya tanpa pernah memegangnya kontrak perjanjiannya ... ajaib bukan ? ...... singkat cerita sekitar 10 tahun yang lalu saya ditelpon teman lama .... dengan sedikit basa basi kemudian masuk ke inti pembicaraan yang isinya menawarkan asuransi kendaraan.

Dengan penjelasan panjang lebar melalui telpon akhirnya disepakati untuk bertemu di salah satu mall di Jakarta Barat pada hari minggu, dalam pertemuan tersebut semua informasi yang saya sampaikan

Walaupun saya bersyukur kendaraan sayapun tidak pernah mengalami suatu apapun, namun baru sekarang ini lah saya menyadari kebodohan saya hanya karena ketidaknyamanan terhadap yang namanya “asuransi” sampai untuk menyimpan polisnya pun saya enggan.

Kembali bicara tentang asuransi sebenarnya tidak berbeda jauh dengan membeli suatu barang, hanya bedanya kalau membeli barang ada wujud yang jelas kita lihat, sedangkan asuransi kita hanya bisa percaya apa ditawarkan oleh agencynya. Namun secara prinsip sama “ada harga ada rupa”, jangan hanya karena bujuk rayu dari penjual barang kita membeli tanpa tahu manfaatnya, kelebihan dan kekurangannya apa, berapa lama bisa digunakan, akibatnya apa, kalau rusak harus dibawa kemana dst,dstnya.

Pesannya adalah : Jangan pernah membeli sesuatu karena terpaksa pasti anda kecewa, membelilah karena anda membutuhkannya sehingga anda tahu persis apa, kapan dan bagaimana memanfaatkannya, namun apabila sudah terlanjur berusaha iklhlaslah karena siapa tahu suatu saat ada manfaatnya, karena kadang ketika kita menunda sesuatu kita tak bisa lagi mendapatkannya apa yang kita butuhkan .

Dan yang istimewa dari asuransi adalah kita membeli sesuatu yang tidak ada wujudnya dan bukan pada saat kita membutuhkannya, namun manfaatnya kita akan rasakan nyata nanti tepat pada saat kita sangat memerlukannya. Dan keistimewaan asuransi yang kedua adalah kita belum tentu bisa membeli asuransi, tepat pada saat kita membutuhkan manfaatnya

(Ungkapan ini akan terjawab pada penjelasan di bawah)


Maka “JADILAH KONSUMEN YANG CERDAS, jangan pernah malas dan malu untuk bertanya tentang apa yang akan kita beli, karena itu adalah hak kita sebagai konsumen yang baik.

Lebih dalam tentang asuransi saya akan coba menuliskan secara sederhana, sesederhana orang tidak mengenal asuransi secara mendalam, hanya berdasarkan lieratur umum, pengalaman pribadi dan pengalaman beberapa teman baik yang menjadi agen asuransi maupun sebagai nasabah dari perusahaan asuransi untuk sedikit membuka wawasan kita bersama tentang apa itu asuransi.


APA ITU ASURANSI ?

Pada beberapa istilah dalam literature ASURANSI mengarah pada tindakan, sistem perlindungan financial (ganti kerugian secara finansial) kepada hal-hal yang bersifat material, namun pada perkembangannya asuransi tidak hanya memberikan perlindungan kepada materi secara harafiah tetapi juga perlindungan-perlindungan lainnya yang lebih spesifik seperti jiwa dan kesehatan yang dampak kerugiannya dihitung secara financial.

Atau dengan kata lain adalah memindahkan / mengurangi sebagian resiko yang berdampak secara ekonomis/financial yang kita miliki kepada pihak lain dengan ketentuan kontrak perjanjian yang telah disepakati bersama

Dalam perkembangan asuransi tidak bisa dilepaskan dari perkembangan peradaban dunia, ilmu pengetahuan dan tehnologi, dimana dalam era modern seperti sekarang ini hampir semua sisi kehidupan manusia tidak lepas dari resiko yang diakibatkan kemajuan tersebut dalam segala bidang, yang mau tidak mau, sadar atau sadar kita harus menerimanya sebagai konsekwensi logis yang tidak bisa dihindari.

Hanya masalahnya di negara berkembang seperti Indonesia yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan tehnologi dari dunia barat selalu terlambat dalam mengantisipasi dampak negativenya, sementara negara-negara barat yang lebih dulu membuat dan memanfaatkan tehnologi sudah lebih siap dengan antisipasi dari kemungkinan resiko yang terjadi akibat dari penggunaan tehnologi yang berkembang pesat.

Sebagai contoh yang mudah adalah :

Dalam hal makanan : dengan majunya tehnologi pangan tidak lepas dari penggunaan zat-zat yang berdampak buruk pada kesehatan yang dapat menstimulasi penyakit muncul lebih dini seperti : jantung, lever, diabetes, kanker, dll di negara maju aturan penggunaan zat-zat tersebut sangat dibatasi sementara di Indonesia belum ada pengawasan yg ketat.

Dalam bidang transportasi : dengan kemajuan tehnologi alat transportasi bisa dibuat untuk melaju jauh lebih cepat dengan maksud untuk memperpendek waktu tempuh perjalanan, namun di Indonesia resiko kecelakaan jauh lebih tinggi karena kurang memadainya sarana dan prasarana jalan.

Berkembangnya tehnologi mampu memproduksi alat komunikasi yang canggih yang mampu mentransformasi data audio visual dalam hitungan detik. Namun baik perangkat maupun sarana pendukungnya selain menggunakan bahan-bahan yang mengandung radio aktif juga mengeluarkan menimbulkan radiasi berdampak buruk pula pada kesehatan, sementara di Indonesia dalam penggunaannya tidak dibarengi dengan informasi yang cukup tentang resiko berbahaya di dalamnya .

Keterbatasan pengetahuan dengan alasan ekonomis juga menyumbangkan banyak masalah yang berdampak pada kesehatan dan keselamatan jiwa manusia antara lain penggunaan zat kimia berbahaya yang berupa pengawet mayat, pewarna tekstil, pembunuh hama, dll yang digunakan pada pengolahan makanan yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan berakibat kematian.

Belum lagi karena pertimbangan ekonomis kadang-kadang kondisi peralatan yang sudah kadaluarsa tetap digunakan, sehingga memicu terjadinya kebakaran sehingga aset lainnya yang secara tidak langsung berhubungan ikut musnah, belum lagi resiko karena hilang, rusak, dll yang semuanya adalah resiko yang berdampak kerugian secara ekonomi dan financial

Sementara di negara-negara maju hal hal tersebut sudah sudah diantisipasi sebelumnya dengan membuat suatu bisnis yang berorientasi untuk mengurangi atau memindahkan sebagian resiko yang timbul dari dampak negative akibat kemajuan peradaban manusia dam ilmu pengetahuan dan tehnologi, sementara di negara-negara berkembang proses transformasi modernitas peradaban tidak berlangsung sekaligus, akibatnya resiko kerugian yang timbul sebenarnya jauh lebih besar, hanya sayang kita sering terlambat menyadarinya.


Pertanyaan yang timbul :  
Siapakah yang akan memberikan perlindungan kepada kita ?

DIMANA PERANAN PEMERINTAH ?

Pemerintah sebagai penyelanggara negara tentunya sudah berusaha untuk melindungi seluruh rakyatnya, namun pertanyaan selanjutnya, mampukah ?

Itu masalahnya. Jumlah penduduk yang begitu banyak dengan wilayah yang sebegitu luas dan tersebar bukanlah pekerjaan gampang walaupun untuk pekerjaan yang sangat baku yang seharusnya bisa dilakukan dengan mudah seperti mendata penduduknya pun belum bisa dilakukan dengan baik, belum lagi keterbatasan sumber daya manusianya, tingkat kematangan birokrasi yang sekarang cenderung korup, dst dst yang jelas sulit untuk bisa memberikan perlindungan secara total kepada seluruh rakyatnya.

Walaupun ada banyak program pemerintah yang mengarah pada perlindungan seperti : asuransi wajib jasa raharja, jamsostek, askes, jamkesmas , dll namun apakah bisa menjawab kebutuhan seluruh masyarakatnya ? Tentunya
"Tidak"

Dan tidak bisa dipungkiri, bahwa untuk saat ini hampir semua sisi kehidupan manusia sudah masuk dalam mata rantai kehidupan ekonomi yang saling berhubungan dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya yang kesemuanya punya nilai ekenomis yang harus dibayar sebagai konsekwensi dalam penggunaannya. 
Artinya apa saja yang dibutuhkan dalam kehidupan oleh setiap individu harus dibayar dengan uang, untuk kebutuhan sehari hari, makan, minum, pakaian, rumah, pendidikan, transportasi dengan berbagai pilihan yang bisa kita peroleh disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kita, namun ada kalanya pada saat kita mengalami sesuatu yang tidak kita terduga : sakit, kecelakaan, kebakaran, dll yang berujung sampai pada kematian, kesemuanya membutuhkan biaya tak terduga yang jauh lebih besar dari biaya kehidupan keseharian, mampukah kita mempersiapkan dan memilih sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan kita. Sulit rasanya kita mengatakan siap untuk itu, sementara kehidupan harus terus berjalan tidak berhenti sampai disitu karena ada orang-orang dekat disekitar kita yang tetap butuh biaya untuk hidup.

SEBERAPA PENTINGKAH KITA MENJADI PESERTA ASURANSI SECARA MANDIRI SAAT INI ?

Seperti yang telah diuraikan di atas bahwa semua sisi dalam kehidupan ini membutuhkan biaya, namun biaya yang terbesar adalah biaya tak terduga yaitu biaya dari satu resiko yang tidak pernah kita harapkan dan kita tidak pernah tahu berapa jumlah yang harus kita persiapkan, kapan dan bagaimana cara mempersiapkannya.

Walau masih ada celah untuk mensiasatinya dengan cara menabung atau investasi, namun seberapa besar tabungan dan nilai investasi kita yang mampu kita miliki untuk membiayai sesuatu yang tidak terduga, itu yang sulit diperkirakan karena dua cara itupun tetap mengandung resiko yang cukup tinggi.

  1. Tabungan akan meningkat apabila penghasilan kita lebih besar dari pengeluaran kita, sehingga kita punya kelebihan uang untuk ditabung, namun pada saat kita membutuhkan biaya besar yang melebihi penghasilan kita maka tabungan akan kita ambil, akibatnya tabungan kita akan berkurang  atau bahkan habis sama sekali.

Mungkin pada saat kita membeli  rumah/merenovasi rumah, membeli kendaraan, dll, kita akan melihat berapa simpanan uang kita dan berapa yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan tersebut dan apa yang kita keluarkan adalah sesuai dengan kemampuan kita, walapun kadang harus nombok dengan cara berhutang.


Namun ada hal yang sulit  diperkirakan adalah pada suatu ketika apa yang tidak pernah terduga  terjadi pada kita atau keluarga kita  (semua orang tidak pernah menginginkannya, tetapi hal ini bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja)  tua, sakit, kecelakaan, cacat tetap bahkan meninggal.
  1. Investasi memungkinkan apabila kita mempunyai uang lebih yang bisa ditanamkan pada  suatu kegiatan bisnis  yang dapat menghasilkan keuntungan, namun seberapa besar kegiatan  bisnis  tersebut mampu menjamin  uang yang kita tanam untuk dapat  menghasilkan seperti yang kita harapkan, itu yang sulit diperkirakan.

Untuk orang yang mempunyai berpenghasilan luar biasa mungkin tidak menjadi masalah karena seberapapun resiko yang harus tanggung dia mampu untuk membiayainya, namun bagaimana dengan yang berpenghasilan terbatas.


DARI MANA DAN BAGAIMANA CARANYA ?


Ide menulis ini akhirnya muncul sebagai kesimpulan dari diskusi panjang yang melelahkan, untuk merubah mind set saya dari "tidak" menjadi "ya" untuk asuransi walau masih dengan sedikit catatan, namun muncul dari pemikiran itu dan dengan segala keterbatasan yang saya miliki saya mencoba menuliskannya, saya berharap apa yang saya tulis dapat membuka wacana berfikir serta sedikit masukkan dalam menyikapi hidup ini dengan lebih baik, walaupun dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki masih ada cara cerdas untuk melindungi diri dan keluarga dengan cara menabung dan berinvestasi yang aman, sementara biaya yang tak terduga yang suatu saat muncul sudah tercover dengan sendirinya.


Namun semua tentunya tidak mudah, karena membutuhkan tekad, usaha, usaha dan pengorbanan yang kuat serta pemahaman yang benar tentang manfaat asuransi.


APA MANFAAT LAIN DARI MENABUNG DAN BERINVESTASI DENGAN CARA BERASURANSI ?


Seperti sudah dituliskan di atas secara sederhana dapat dijelaskan bahwa peserta/nasabah asuransi membayar biaya asuransi (premi) dalam kurun waktu tertentu akan mendapatkan perlindungan/penggantian terhadap kerugian yang berdampak ekonomis/financial apabila terjadi hal yang tidak diinginkan sesuai dengan isi kontrak perjanjian) yang telah disepakati.


Namun dengan asuransi yang sudah berkembang sekarang ini memungkinkan nasabah/peserta asuransi untuk tetap mendapatkan perlindungan/penggantian kerugian tanpa harus kehilangan uang yang telah disetor (premi) dan bahkan nilai uang yang disetor (premi) bisa berkembang menjadi lebih banyak pada kurun waktu tertentu tergantung jenis asuransi yang diikuti.


Dengan berasuransi (menabung dan berinvestasi) peserta asuransi juga mendapatkan perlindungan seperti :
  1. Jaminan kesehatan : biaya perawatan medis di ICU, rawat inap, tunjangan operasi, obata-obatan, dll
  2. Tunjangan apabila peserta asuransi terdeteksi penyakit kritis seperti kanker, cuci darah, jantung, dll
  3. Tunjangan apabila peserta asuransi mengalami cacat permanen
  4. Uang pertanggungan apabila peserta meninggal dunia
  5. Uang pensiun adalah nilai tabungan yang sudah mencapai batas waktu ditambah keuntungan dari investasinya
  6. Tunjangan sekolah anak pada saat masuk SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, serta      jenjang lanjutan S2, S3
  7. Uang saku anak selama menempuh pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya.
  8. Dan lain-lain sesuai dengan kontrak perjanjian dan biaya asuransi (premi)  yang disepakati, tergantung kebutuhan dan kemampuan dimana setiap individu bisa berbeda dan kebijakan setiap perusahaan asuransi dan jenis asuransinyapun bisa berbeda pula.

Manfaat di atas tergantung kepada perusahaan asuransinya, jenis asuransinya serta program tambahan dari kontrak perjanjian (polis) yang dibuat/disepakati yang tentunya akan berpengaruh pada biaya asuransi (premi) yang harus dibayar oleh peserta asuransi, namun akan berpengaruh juga kepada uang pertanggungan yang akan diberikan oleh pihak asuransi kepada peserta/nasabah asuransi seandainya terjadi sesuatu yang kesemuanya diatur dalam kontrak perjanjian (polis).

Namun tetap harus diingat bahwa di Indonesia sangat banyak perusahaan asuransi dan jenis asuransi dengan berbagai keunggulan dan kekurangannya, sehingga dibutuhkan kejelian kita untuk mampu menyesuaikan antara kebutuhan dan kemampuan kita dalam membayar biaya asuransi (premi), namun yang jelas pada saat kita mengalami sesuatu yang tidak diinginkan, ada sesuatu manfaat yang kita peroleh yang bisa mengurangi beban kita pada saat saat yang tepat tanpa harus kehilangan uang yang tabungan dan keuntungan dari nilai investasi yang kita tanamkan.

Dengan berkembang pesatnya asuransi di Indonesia, saya masih berharap pemerintah dengan program-programnya mampu melindungi rakyatnya yang berkemampuan sangat terbatas secara adil seperti asuransi wajib jasa raharja, jamkesmas, jamsostek, dll yang telah dipungut secara paksa, namun pengembalian berupa perlindungan dan santunan kepada yang berhak sampai saat ini belum seluruhnya dirasakan manfaatnya .

Dan andai ada perusahaan asuransi swasta yang mau mengeluarkan program asuransi yang baik dan bisa dinikmati oleh masyarakat yang berpenghasilan sangat terbatas, saya doakan mendapatkan surga sebagai balasan, karena perusahaan tidak hanya keuntungan secara financial, tetapi juga memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan. Aamiin.

Untuk lebih jelasnya di bawah ini adalah pengertian asuransi secara umum, sedangkan detailnya setiap perusahaan asuransi dan jenis asuransi menerapkan aturan yang berbeda tinggal nasabah mencari tahu sebanyak-banyaknya, sehingga sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Jenis-jenis asuransi pengertian secara umum:

Asuransi umum/kerugian adalah : asuransi yang memberikan ganti rugi/pertanggungan kepada nasabahnya ketika aset nasabah yang diasuransikan mengalami musibah, dengan ganti rugi sesuai dengan perjanjian kontraknya yang tertuang pada polis. Contohnya adalah asuransi kendaraan, asuransi kebakaran, dll dengan jangka waktu tertentu (jangka pendek) dan apabila sampai akhir periode asuransi tidak terjadi suatu apapun (klaim dari nasabah) maka biaya asuransi (premi) yang dibayarkan biasanya hangus dan nasabah mulai dengan kontrak baru/perpanjangan dengan mulai membayar biaya asuransi (premi) mulai dari awal.





  • Asuransi Jiwa


  • Asuransi jiwa berjangka adalah : asuransi yang memberikan santunan kepada seseorang apabila dalam jangka waktu tertentu/masa periode asuransi kemungkinan peserta meninggal meninggal dunia.

    Asuransi jiwa seumur hidup adalah : asuransi yang memberikan santunan pada saat peserta asuransi pada saat peserta meninggal dunia plus saldo investasinya. Karena asuransi ini berjalan seumur hidup maka asuransi ini memiliki nilai tebus, dimana peserta asuransi dengan persyaratan tertentu bisa meminjam uang yang telah ditanamkan.

    Asuransi Dwiguna adalah asuransi yang selain memberikan perlindungan kesehatan dan jiwa juga memberikan keuntungan dari investasi terdiri dari dua kemungkinan dalam isi kontraknya (polis).
     
    Pada asuransi Dwiguna dan asuransi seumur hidup bisa diberlakukan sebagai :
        • Asuransi polis dengan bonus : dimana manfaat dari asuransinya secara tidak langsung terkena dampak dari kinerja investasi
        • Asuransi polis unit linked : dimana manfaat asuransinya berhubungan langsung dengan kinerja investasi.

    Untuk saat ini yang berkembang pesat adalah jenis asuransi jiwa dengan polisnya unit linked, dimana ketika peserta membayar biaya asuransi (premi) oleh pihak asuransi sebagian dananya dinvestasikan, sehingga manfaat yang diperoleh peserta asuransi jauh lebih besar, yaitu selain mendapatkan perlindungan kesehatan dan jiwa, juga keuntungan dari investasi yang dijalankan oleh perusahaan asuransi.

    Sedangkan untuk yang muslim ada pilihan yang lebih spesifik yaitu model syari’ah dimana secara umum untuk metode syari’ah ini lebih pada pengertian dimana asuransi diibaratkan dana yang terkumpul dari dana peserta asuransi syari’ah yang dikembangkan dengan cara menginvestasikan kepada perusahaan-perusahaan yang usahanya secara hukum agama halal dan hasil dari sebagian pengelolaannya dikembalikan kepada nasabah berupa uang pertanggungan, jaminan kesehatan dan hasil investasi dengan perjanjian antara penanggung (pihak asuransi) dan tertanggung (peserta asuransi) sesuai dengan aturan syari’ah


    Namun apabila kita bicara investasi tentunya butuh jangka waktu yang cukup agar kita mendapatkan sesuai dengan apa yang kita harapkan, selain dari nilai uang yang kita tanamkan yang sudah termasuk dalam biaya asuransi (premi)


    Untuk menjadi nasabah/peserta asuransi juga harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, karena apabila anda tidak memenuhi ketentuan syarat-syaratnya, walaupun secara finacial mampu membayar biaya asuransi (premi) tetap tidak bisa menjadi peserta/nasabah asuransi dan seandainya memungkinpun akan ada persyaratan-persyaratan khusus lainya yang akan dibebankan kepada calon peserta/nasabah asuransi


    Maka khusus asuransi lakukanlah sedini mungkin ketika anda masih muda, masih sehat, masih produktif karena peluang anda menjadi peserta/nasabah akan lebih mudah dengan manfaat ke depannya yang diperoleh akan jauh lebih besar, namun sebaliknya apabila calon peserta/nasabah asuransi semakin tua, sudah tidak produktif dan sudah menderita banyak penyakit sudah hampir pasti akan ditolak oleh perusahaan asuransi walaupun secara financial mampu membayar biaya asuransi (premi) sebesar apapun, namun saat ini ada pula asuransi yang memberikan kelonggaran kepada peserta yang yang berstatus demikian, namun dengan kriteria yang ketat dan biaya premi yang tinggi atau untuk penyakit yang sudah diderita beserta penyakit turunannya tidak dicover tetapi untuk penyakit yang lain tetap dicover.
      

    TIPS MELIHAT ASURANSI YANG BAIK :

      1. Walaupun bukan sebagai syarat mutlak namun usia perusahaan yang bergerak dibidang asuransi bisa menjadi pertimbangan.


      2. Track record dari kinerja perusahaan asuransi juga bisa dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk bergabung menjadi nasabah


      3. Karena asuransi adalah hubungan dalam jangka waktu lama, maka sebaiknya kenalilah agen asuransi yang menawarkan product asuransi yang punya hati nurani, dimana tidak hanya sekedar menjelaskan kelebihan dari product asuransi yang ditawarkan tetapi juga menjelaskan batasan-batasan yang jelas sehingga tidak mengecewakan calon peserta/nasabah asuransi nantinya, yang dampaknya juga akan dirasakan oleh perusahaan asurani itu sendiri karena turunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan penyelenggara asuransi


      4. Baca dan teliti setiap detail dari isi perjanjian/polis, jangan pernah diabaikan


      5. Bertanya sedetail mungkin apa yang tidak anda ketahui tentang isi kontrak perjanjian (polis) yang ditawarkan seperti : siapa pemegang polis dan siapa/apa yang ditanggung, kapan mulai berlaku polis, berapa jangka waktu pembayaran, berapa jangka waktu perlindungan, apa yang ditanggung dan apa yang tidak ditanggung oleh pihak asuransi, kemana dan bagaimana cara mengajukan klaim, persyaratan apa yang harus anda ketahui pada saat mengajukan klaim, berapa jangka waktu pengajuan klaim, apabila ada kesulitan uang dalam periode pembayaran asuransi apa yang harus dilakukan, persyaratan apa yang menyebabkan klaim dibatalkan oleh pihak asuransi, jenis-jenis penyakit, penyebab kematian, penyebab kecelakaan/musibah yang diberikan atau tidak diberikan santunan/ganti rugi oleh pihak, rincian berapa biaya setiap item pada detail ganti rugi/santunan/pertanggungan yang tertulis didalam polis harus dimengerti dengan jelas.


      6. Persyaratan-persyaratan yang mengikuti juga harus ditanyakan, kapan klaim asuransi sudah mulai berlaku dan apa saja persyaratan berlakunya klaim asuransi.


      7. Mencari informasi sebanyak-banyak kepada orang lain yang sudah mengikuti asuransi baik dalam perusahaan yang sama dengan jenis asuransi yang sama ataupun yang lainnya sebagai pembanding, apakah pada saat pengajuan mengalami kesulitan. Karena salah satu ciri perusahaan asuransi yang baik adalah memberikan kemudahan kepada peserta asuransi dalam mengajukan klaim


      8. Jadilah peserta asuransi yang cerdas, pertimbangkan dengan baik kebutuhan dan kemampuan, jangan karena terpaksa, tidak enak dengan agen, dll, namun mengertilah dengan benar manfaat asuransi dan karena asuransi adalah kebutuhan disaat kita tidak memerlukan namun manfaatnya akan sangat terasa pada saat kita membutuhkannya. Tetapi percayalah untuk saat ini semakin dini kita berasuransi semakin ringan biayanya namun besar manfaat yang kita terima.

    PELUANG BISNIS * PASSIVE INCOME GENERALI