visi & misi

Tampilkan postingan dengan label passive income. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label passive income. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 November 2014

FILM MERRY RIANA: MIMPI SEJUTA DOLAR

Sinopsis Film 'Merry Riana', 
Perjuangan Seorang Wanita Menghidupi Dirinya

Movies
Rabu, 23 July 2014

Melihat segala pencapaian Merry Riana, tidak mengherankan bahwa banyak orang yang menganggapnya sebagai seorang super-woman. Dengan kombinasi kecantikan dan kecerdasan, Merry telah berhasil meraih banyak pencapaian bahkan sebelum dia berumur 30 tahun. Seseorang yang sangat dihormati dan dikagumi di dunia bisnis, Merry mencapai penghasilan 1 Juta Dolar di usia 26 tahun, dan diliput oleh berbagai media massa, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Singapura, Malaysia, dan Vietnam. 

MERRY RIANA berkisah tentang kegigihan seorang remaja puteri sebagai korban sebuah kondisi politik di Indonesia, yang harus bertahan hidup di perantauan dengan kondisi sangat mengenaskan. 

Merry hanya berbekal seadanya, dengan sejumlah uang yang sangat terbatas, pada saat dia pertama kalinya sampai di Singapura. Untuk memenuhi biaya hidup dan kuliahnya, Merry terpaksa harus berutang pada pemerintah Singapura. Tetapi, ternyata itu pun tidak cukup, dan Merry harus berjuang melalui masa-masa kuliahnya dengan keadaan ekonomi yang sangat memprihatinkan.

Untuk menghemat, Merry menjalani hari-harinya dengan standard kehidupan yang sangat sederhana. Merry harus membiasakan dirinya untuk makan hanya roti tawar, mi instan, dan terkadang bahkan terpaksa untuk tidak makan, karena keadaan keuangan yang tidak mendukung.

Di tengah-tengah perjuangannya untuk kuliah di NTU, yang terkenal dengan standard pendidikan dan disiplinnya yang sangat tinggi, Merry masih harus bekerja part-time, salah satunya sebagai seorang pembagi brosur di jalan. 

Bagaimana ia mengatur keuangannya yang super pas-pasan, bagaimana ia mengatasi rasa lapar sehari-hari, bagaimana ia menghapus rasa letihnya akibat berjalan jauh setiap hari dalam menyelesaikan studinya, semua perjalanan pahit itu harus dipanggul seorang Merry Riana di usia relatif masih muda. 

Ketika lulus, Merry sadar bahwa utangnya pada pemerintah Singapura sudah mencapai 40 ribu dolar, atau sekitar 300 juta rupiah. Bertujuan membayar utang-utangnya dan mencapai mimpinya untuk meraih kebebasan finansial, Merry mengambil sebuah keputusan ekstrem untuk menjadi seorang entrepreneur.

Merry tidak memiliki modal, koneksi, dan keahlian apapun. Namun dengan attitude yang positif, ketekunan, dan kerja keras yang luar biasa, Merry akhirnya berhasil membayar lunas semua utangnya dalam waktu 6 bulan dan mencapai kebebasan finansial 4 tahun setelah kelulusannya.

Berkat kesabaran dan ketabahannya, jatuh bangun perjalanan usaha Merry serta pasang surut kisah kasih Merry, akhirnya berbuah manis. Pada usia 26 tahun Ia berhasil memperoleh pendapatan sebesar 1 Juta Dolar dan diperistri oleh lelaki pujaannya, Alva Tjenderasa. 

Kisah nyata perjalanan hidup Merry Riana ini akan diperankan oleh Chelsea Islan, juga didukung oleh Dion Wiyoko, Kimberly Rider, Ferry Salim, Ninik L. Karim, Chintya Lamusu, dan lain lain.

Film 'MERRY RIANA' ini dijadwalkan akan tayang tanggal 24 Desember 2014 di semua bioskop di seluruh Indonesia.

Sabtu, 22 November 2014

Jumlah agen asuransi di Indonesia naik 10 persen tiap tahun


Merdeka.com - Prospek bisnis asuransi di dalam negeri tumbuh subur. Dari data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), akhir 2013, jumlah agen asuransi jiwa di Indonesia mencapai 356.731 agen. Periode yang sama tahun sebelumnya hanya 313.115 agen. Saban tahun, jumlah agen asuransi jiwa di Indonesia naik rata-rata 10 persen.

Namun, pertumbuhan agen asuransi belum sejalan dengan pertumbuhan anggota agen asuransi yang bergabung dalam Million Dollar Round Table (MDRT).

"Ke depannya kami berharap pertumbuhan jumlah agen asuransi yang tergabung dalam MDRT juga bisa sejalan dengan pertumbuhan agen secara keseluruhan," ujar ketua AAJI, Hendrisman Rahim dalam konferensi pers di Plaza Tower, Jakarta, Jumat (22/8).

Jumlah anggota MDRT di Indonesia saat ini dinilai masih tergolong rendah, yaitu sekitar 763 agen asuransi. Jumlah ini naik sekitar 16 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat hanya 656 anggota.

"Jumlah tersebut baru merepresentasikan 0,2 persen dari total keseluruhan agen asuransi jiwa di Indonesia," kata dia.

Hendrisman mengatakan, Indonesia masuk tiga besar anggota MDRT di kawasan Asia Pasifik setelah Filipina dan Singapura. Filipina memiliki anggota MDRT 1.110 agen, sedangkan Singapura 851 agen. Indonesia di peringkat ketiga dengan jumlah agen asuransi 763, disusul Malaysia 647 agen, dan Brunei 15 agen.

"Di negara maju seperti Amerika Serikat dan Hong kong, keanggotaannya MDRT sudah mencapai 1,5 persen hingga 2 persen dari total jumlah agen di negara tersebut," ucap dia.

Hendrisman mengatakan asosiasi berupaya agar pertumbuhan anggota MDRT bisa sejalan dengan pertumbuhan jumlah agen secara keseluruhan.

Selasa, 25 Februari 2014

BISNIS MLM VS BISNIS ASURANSI


Bisnis 


Bulan Februari lalu saya diajak bertemu oleh seorang member MLM di bidang produk kesehatan propolis. Dia menawarkan sebuah bisnis tanpa tutup poin, tanpa iming-iming, modal hanya sekali, dan bisa diwariskan. Karena saya juga punya bisnis, maka saya langsung mengiyakan ajakannya untuk bertemu. Mungkin kami bisa berbagi peluang bisnis, dan soal siapa bergabung dengan siapa, siapa yang tahu.

Kami bertemu awal Maret di rumahnya. Dia mengundang leadernya untuk berbagi wawasan dengan saya. Setelah sang leader memaparkan prospek bisnis di MLMnya, saya pun memaparkan prospek bisnis di perusahaan saya.

Harus diakui bahwa sistem MLM terbukti telah banyak sekali mencetak orang-orang kaya baru dalam waktu singkat. Semuanya ada orang-orang kayanya.

Tapi ada beberapa faktor yang membuat saya belum akan bergabung dengan bisnis MLM, setidaknya dalam waktu dekat.
  1. Bisnis MLM biasanya tergantung musim. Tahun ini MLM A yang ramai, tahun depan MLM B, tahun berikutnya MLM C, dan seterusnya. Dulu di kampus saya, aneka bisnis MLM muncul silih berganti di kalangan mahasiswa. Saya sendiri sempat mengikuti beberapa di antaranya, tapi tidak terlalu serius sehingga tidak ada yang berhasil.
  2. Produk sebuah perusahaan MLM mungkin sangat bagus, tapi dengan mudah akan selalu ada kompetitor yang membuat produk sama bagusnya atau bahkan lebih bagus. Perlu dicatat, kompetitor produk MLM bukan hanya sesama perusahaan MLM, tapi juga produk non-MLM, yang pada umumnya memberikan harga lebih murah.
  3. Sistem sebuah perusahaan MLM mungkin sangat oke, tapi dengan mudah akan muncul kompetitor dengan sistem yang sama okenya atau bahkan lebih oke. Faktor nomor 3 ini menimbulkan munculnya istilah “kutu loncat” dalam bisnis MLM.
  4. Adanya keraguan mengenai kekuatan perusahaan. Perusahaan MLM umumnya masih baru, belum terbukti eksis dalam jangka panjang. Banyak perusahaan MLM yang dulu ramai, sekarang tidak terdengar lagi kabarnya. Kalaupun kantornya masih berdiri, anggota-anggota barunya sudah tidak ada. Tampaknya mereka hidup hanya dengan menggantungkan penjualan pribadi dari anggota-anggota lama.
  5. Saya sendiri sudah punya bisnis yang luar biasa, yaitu bisnis asuransi di GENERALI.
Dibandingkan bisnis MLM, bisnis asuransi memiliki beberapa kelebihan yang menutupi kekurangan yang saya sebutkan di atas.
  1. Bisnis asuransi tidak tergantung musim. Sampai kapan pun orang akan butuh asuransi.
  2. Produk asuransi akan tetap laku dijual walaupun ada perusahaan kompetitor punya produk lebih bagus. Hal ini disebabkan beberapa hal, antara lain ketidakseimbangan informasi dan tidak mudahnya sebuah produk asuransi dibandingkan dengan produk dari kompetitor. Setiap perusahaan asuransi punya produk unggulan dengan nilai lebih yang biasanya tidak terdapat pada kompetitor. Dan jika sebuah produk dirasa kurang prospektif untuk dijual, perusahaan asuransi bisa membuat produk baru yang lebih baik.
  3. Keberhasilan dalam bisnis asuransi tidak terlalu bergantung pada sistem bisnisnya. Orang bisa sukses dan sejahtera hanya dengan berjualan produk. Tapi memang, jika mengikuti sistem, kesuksesan yang diraih akan jauh lebih besar. Dan dalam hal ini, bisnis asuransi memiliki sistem yang bagus, kuat, dan seandainya dirasakan ada kekurangan, sistem tersebut dengan mudah bisa diubah menjadi lebih baik. Sistem di perusahaan saya sendiri, GENERALI telah beberapa kali mengalami perubahan ke arah yang lebih baik, sehingga kini menjadi lebih simpel dan mudah dicapai, namun dengan kompensasi yang lebih menguntungkan dan berjangka panjang.
  4. Kekuatan perusahaan asuransi tidak perlu diragukan lagi, khususnya yang sudah berdiri lama dan berskala global. Banyak perusahaan asuransi masuk dalam kategori Top Forbes 2000 atau bahkan Fortune 500. GENERALI sendiri termasuk yang terbesar di kategori perusahaan asuransi.
Kesimpulannya, bisnis asuransi memiliki fondasi yang jauh lebih kuat dibanding bisnis MLM mana pun, baik dari segi kebutuhan masyarakat, produk, sistem, maupun perusahaan. Jika ingin kaya dalam waktu singkat, MLM boleh jadi pilihan. Tapi jika ingin kaya dalam waktu cepat sekaligus makin kaya dalam jangka panjang, bisnis asuransi lebih layak jadi pilihan.

Selain itu ada beberapa hal lain yang membuat saya merasa nyaman dengan bisnis asuransi.
  1. Produk asuransi bersifat intangible, tidak terindera. Dengan demikian, saya tidak direpotkan dengan urusan menyimpan atau membawa barang.
  2. Stok produk asuransi selalu tersedia, berapa banyak pun permintaannya.
  3. Di mana pun dan kapan pun, saya bisa menawarkan jualan saya.
  4. Bisnis asuransi bisa dijalankan secara sendiri (hanya berjualan saja), bisa juga dengan membentuk tim. Dari komisi penjualan saja pun, orang bisa hidup secara cukup sejahtera.
  5. Jumlah orang yang perlu saya rekrut untuk menjadi agen asuransi, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah orang yang harus direkrut seorang member MLM.
  6. Bisnis asuransi memberikan keamanan finansial dalam jangka panjang, tidak khawatir perusahaannya tutup atau agen-agennya lari ke perusahaan lain. Hal ini karena agen asuransi adalah sebuah profesi resmi, lengkap dengan kode etik dan tuntutan profesionalismenya, sehingga orang yang bergabung di dalamnya akan berpikir dalam kerangka masa depan yang panjang. Berbeda dengan MLM yang pada umumnya lebih tampak seperti proyek bisnis sementara.

TIDAK ADA YANG SEMPURNA.
SETIAP BISNIS ADA KEKURANGAN & KELEBIHAN.
KEPUTUSAN DAN PILIHAN ADA DI TANGAN ANDA.

MLM ATAU ASURANSI...?


PELUANG BISNIS * PASSIVE INCOME GENERALI