visi & misi

Tampilkan postingan dengan label asuransi jiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asuransi jiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 November 2014

SURAT DARI AYAH





Hari ini, seperti biasa, ayah keluar rumah untuk pergi mencari nafkah.

Seperti biasa, ayah mencium ibu dan aku, lalu tersenyum dan berpesan seperti biasanya:

"Nantikan ayah pulang ya..."
"I LOVE YOU"


Lalu suara motor kesayangannya menderu dan meninggalkan kami.

Tapi siapa menyangka, hari itu adalah ciuman ayah untuk yang terakhir kalinya.

Sore itu ayah pulang, yang biasa pulang sendiri dengan motornya, kini yang aku lihat motornya HANCUR.

Ayah turun dari AMBULANCE, tapi bukan turun sendiri, berdiri dan berjalan sendiri melainkan diangkat orang yang tidak aku kenali.

Ayahku pulang, bukan ayah seperti tadi pagi, ayah tidak lagi berpakaian kerja.

Tapi kini, berpakaian serba putih bersih yang membungkus sekujur tubuhnya.

Tadi pagi ayah begitu mesra mencium ibu dan aku, begitu hangat dan dekat.

Sore ini aku dan ibu yang menciumnya, tapi ayah begitu dingin dan terasa sangat jauh.

Aku lihat ibu yang dulu tegar dan kuat, ternyata saat ini begitu rapuh.

Aku mulai menyadari, kepergian ayah tidak meninggalkan apapun untuk aku dan ibu.

Aku pun tersadar, selama ini yang menafkahi aku dan ibu adalah ayah.

Aku jadi ketakutan dan bertanya dalam hati, bagaimana tentang cita-citaku menjadi dokter yang dijanjikan ayah.
Aku hanya menangis tersedu tanpa pernah ada lagi yang mendiamkanku.

INI BUKAN MIMPI

Aku lihat dengan jelas, tanah gembur itu menguburnya, dan sekarang aku lihat dengan sadar, nama Ayah terukir di kayu pancang ala kadar sebagai penanda pusaranya.

Satu minggu kemudian, aku melihat ibu di kamarnya tekun memegang sesuatu, ibu membaca sesuatu, aku lihat ibu menangis lalu memelukku.

Secarik kertas melayang jatuh di kakiku lalu aku pungut dan baca.

Tertulis tanggal di saat hari kepergian ayah:

"Istriku, kau adalah sosok wanita yang sempurna di hatiku, kita lewati hari dalam kondisi pas-pasan."

"Kau tetap tabah dalam segala hal, melayani aku tanpa kurang sedikitpun, walaupun kau tahu, gajiku di tempat aku bekerja, tidak cukup untuk membeli bajumu yang tidak terganti seumur anak semata wayang kita."

"Aku tau kau begitu menghormati aku sebagai pemimpin rumah tangga, dan selalu menghargai keterbatasanku."

"Istriku, aku sadar, untuk menaikkan taraf ekonomi kehidupan kita dan membuktikan janjiku untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak kita, perlu proses dan butuh waktu untuk merintisnya."

"Maka, hari ini aku harus berkata jujur kepadamu, Dalam setahun ini, tentang gaji yang telah aku potong setiap bulannya darimu, yang selama ini aku alaskan untuk keperluanku sendiri, dan aku masih ingat kau selalu cemberut ketika kau sadar amplop gajiku kurang Rp 2.000.000,-"

"Aku pun tau, uang sebesar itu sangat berarti bagimu dalam mengelola keperluan kita sehari - hari selama ini."

"Sebenarnya, uang tersebut aku tabungkan di sebuah perusahaan ASURANSI, melalui teman sekokahku dulu, yang bekerja di perusahaan asuransi tersebut."

"Aku tau, kau pasti tidak suka mendengarkan ALASAN kenapa aku harus memiliki POLIS ASURANSI ini."

"KEMATIAN..."

"Ya, kita sadari, tidak seorangpun yang tau KEPASTIAN ini kapan waktunya tiba."

"Tapi aku percaya dengan isi POLIS ASURANSI yang telah aku miliki, bahwa ketika AKU MATI, perusahaan asuransi ini MENJAMIN Rp 1 MILYAR untukmu dan anak kita."

"Aku rasa JAMINAN ini pantas buatmu dan anak kita, hal ini tak lain sebagai bukti CINTAKU & TANGGUNG JAWABKU sebagai pemimpin keluarga yang belum punya apa-apa untuk kalian."

"Sosok Ayah tidak dapat diganti, tapi TANGGUNG JAWAB ayah telah ada yang menggantikannya, agar kalian tidak menjadi BEBAN orang lain."

POLIS ASURANSI JIWA

"Dengan polis itu, aku yakin, anak kita pasti dapat wujudkan cita - citanya menjadi DOKTER, aku pasti bangga."

"Dan jangan lupa, rutinlah kau santuni yatim piyatu dan fakir miskin di sekitar rumah kita, lalu kau niatkan untukku ketika aku kembali ke pangkuan SANG MAHA PEMILIK SEGALANYA."

"Istriku, jika ketentuan ini telah terjadi, bersabarlah, kau harus terus berjuang dan hidup, dan lakukanlah hal yang terbaik untuk keluarga kecil kita."

"BUAT AKU BANGGA...!!!"

"AKU CINTA KALIAN."

Selasa, 04 November 2014

ANGSA DAN TELUR EMASNYA



Sering bila saya bertanya kepada orang, apa tujuan Anda bekerja? 

Dipastikan mereka menjawab 'untuk mendapatkan penghasilan' !!
 
Jadi dasar utama dari perencanaan keuangan adalah income atau penghasilan. Tanpa income maka tidak ada elemen yang lain. Namun ironisnya hanya sedikit orang yang mengerti dan sadar bahwa income harus dilindungi dan bahkan harus dipertahankan dari tahun ke tahun.
 
Banyak orang justru berpikir bagaimana bekerja lebih keras, untuk mendapat ncome yang lebih banyak. Memikirkan investasi, agar uangnya berkembang berlipat ganda. Serta mencari peluang peluang baru untuk memperoleh income semaximal mungkin. Inilah kesalahan yang cukup fatal dalam perencanaan keuangan.

Kalau kita melihat sebuah permainan sepak bola tentunya tiap team berharap akan memenangkan pertandingan dengan sebanyak mungkin menciptakan goal. Striker atau penyerang tugasnya adalah merobek jala lawan. Setiap peluang harus diambil untuk menciptakan goal. Bila seorang stiker dalam permainan tersebut bermain jelek, tidak berhasil memasukkan bola pada gawang apakah berakibat fatal? Tidak, karena mereka akan menunggu peluang lagi bila ada untuk menciptakan goal. Namun bila seorang kiper bermain jelek, maka akibatnya akan fatal!! gawangnya kebobolan, bisa dipastikan teamnya menuju kekalahan. Kiper tidak boleh melakukan kesalahan.
 
Demikian juga dalam perencanaan keuangan, striker atau penyerang adalah bagian dari investasi atau bisnis. Bila investasi jelek masih ada kesempatan berikutnya. Sedangkan kiper dalam hal ini adalah bagian yang menjaga keamanan income. Dia tidak boleh melakukan kesalahan. Kesalahan kiper dalam perencanaan keuangan akan berakibat fatal pada keluarga tersebut. Bila tidak punya kiper, maka income tidak ada yang melindungi. Disinilah peran asuransi sebagai kiper yang menjaga gawang keuangan keluarga.

Pada umumnya masyarakat hanya berpikir tentang mendatangkan income dan kemudian bagaimana mengembangkan incomenya agar berlipat ganda. Mereka tidak pernah memikirkan bagaimana melindungi incomenya. Kalaupun mereka sempat memikirkannya, justru melindungi income diletakkan bagian yang terakhir.
 
Kenyataan banyak terjadi, sebagian orang mengalami musibah kehilangan income dan kehilangan kemampuan untuk menghasilkan income secara permanen, pada saat mereka berusaha mendatangkan income dan berinvestasi.
 
Dalam perencanaan keuangan keluarga, melindungi income merupakan hal penting, yang mendapat prioritas setelah mendatangkan income. Setelah itu baru memikirkan bagaimana mengembangkan income atau berinvestasi.
Sering orang tidak mau melindungi incomenya dengan dasar pemikiran harus mengeluarkan uang. Mereka tidak rela seakan membuang uangnya untuk sesuatu yang tidak pasti.
 
Padahal untuk mendatangkan incomepun seseorang harus mengeluarkan biaya. Bisa biaya produksi, biaya pemasaran, untuk memulai usahanya, yang sesungguhnya juga belum mendapatkan kepastian soal hasilnya. Demikian juga dalam berinvestasi selalu ada biaya yang harus dibayarkan. Entah kepada Manager Investasi, atau membayar pajak. Dimana semua investasi selalu mengandung resiko seberapapun kecilnya. Maka hal yang wajar bila untuk melindungi income juga harus mengeluarkan biaya semacam premi asuransi.


Apa yang menyebabkan seseorang bisa kehilangan income ?
 
Krisis ekonomi yang kerap terjadi bisa mengurangi kemampuan seseorang menghasilkan income, bahkan banyak yang kehilangan income secara drastis. Namun situasi semacam ini masih bisa diatasi selama orang tersebut masih sehat dan punya semangat kerja. Dia bisa memulai lagi dan berjuang kembali untuk memperoleh income.
 

Sakit kritis dengan cepat bisa menghentikan income seseorang. Bahkan menghabiskan uang yang telah dikumpulkan dengan susah payah. Sering malah menjadi beban secara finansial bagi keluarganya. Situasi ini dari seorang penghasil income menjadi penghabis income.
 
Dan terakhir adalah kematian yang menghentikan income. Tuhan tidak pernah berunding ketika akan memanggilnya. Meninggal adalah sesuatu yang pasti. Namun yang tidak ada kepastian adalah waktunya.


Kematian seorang kepala keluarga berarti juga KEHILANGAN SUAMI, AYAH, dan PENGHASILAN !!
 
Dalam situasi di atas, tidak cara yang lebih baik yaitu dengan mentranferkan resiko kepada pihak lain. Dan mekanismenya hanya life insurance yang bisa menanggung resikonya, selama kita memenuhi persyaratan. Karena untuk bisa mentranfer resiko kita ke life insurance kita harus sehat. Bila saatnya kita membutuhkan - saat sudah sakit- tidak ada life insurance yang mau menerima kita.
 
Sangatlah wajar bila kita melindungi income kita, karena income sangat penting bagi kita dan keluarga. Semua asset yang sudah diperoleh, mulai rumah, mobil, deposito, emas, usaha, dibeli dan dibayar melaui income kita.
 
Sering orang lebih melindungi aset aset nya daripada sumber incomenya. Banyak mobil mewah diasuransikan, namun kadang pemiliknya tidak mempunyai polis.
 
 
Bila ada Angsa yang bisa bertelur emas, dan Anda hanya boleh memilih satu saja yang diasuransikan, mana yang Anda pilih, Angsa atau Telurnya ?
 
Ya Anda pasti memilih Angsa nya yang di asuransikan. Karena Angsa lebih berharga daripada telur emasnya. Angsa itu setiap saat akan bertelur emas.
 
Ilustrasi ini mengatakan setiap kita adalah angsa yang bertelor emas. Jadi prioritas pertama dalam mengasuransikan adalah diri kita sendiri. Setelah itu barulah kita melindungi aset aset kita.
 
Seperti halnya dalam sebuah bangunan, bagian terpenting adalah pondasi. Penampakan luar bukan tidak penting, namun tanpa pondasi yang kuat dan kokoh tidak ada gunanya keindahan bangunan. 
 
Keindahan yang dibuat di bangunan tersebut membutuhkan biaya yang mahal, dan menimbulkan banyak kerugian bila bangunannya hancur akibat pondasi yang tidak diperhitungkan sehingga bangunan mengalami penurunan dan roboh. Biaya pondasi tidak murah, bisa menghabiskan 20 - 30 % dari keseluruhan biaya bangunan. Pondasi tidak indah, tidak menarik, bahkan tidak kelihatan. Orang yang mendiami bangunanpun tidak bisa bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Tetapi pondasi harus tetap ada, tidak bisa asal asalan, dan materialnya tidak bisa menggunakan yang murahan. Namun membutuhkan perhitungan khusus.
 
APAKAH ANDA SUDAH MEMILIKI PONDASI YANG KOKOH UNTUK PERENCANAAN KEUANGAN ANDA?
 
konsultant keuangan
GENERALI INDONESIA
 
HERIANSYAH PUTRA
081370434433
PIN: 51F5B8ED

Selasa, 05 Agustus 2014





Tentang MDRT

Didirikan pada tahun 1927, Million Dollar Round Table (MDRT), The Premiere Association of Financial Professionals (Asosiasi Premier Profesional Finansial), adalah asosiasi independen internasional dengan lebih dari 38,000 profesional bidang jasa asuransi jiwa dan finansial yang beranggotakan lebih dari 450 perusahaan dari 74 negara di dunia. Anggota MDRT telah membuktikan pengetahuan profesional yang luar biasa, memegang teguh kode etik, dan jasa klien yang bermutu tinggi. Keanggotaan MDRT diakui secara internasional sebagai standar mutu tinggi di dunia jasa asuransi jiwa dan finansial.


Misi

tuk menjadi jaringan internasional yang berharga dan bersifat keanggotaan di bidang jasa asuransi serta jasa penasihat finansial yang melayani klien melalui performa teladan dan standar tertinggi dalam memegang teguh kode etik, pengetahuan, jasa dan produktivitas.


Sejarah

ada tahun 1927, 32 produsen jasa asuransi yang luar biasa, dengan tiap perorangan telah berhasil menjual sedikitnya 1 juta US Dollar asuransi jiwa, bermimpi adanya sebuah forum yang khusus untuk membantu perkembangan penjualan jasa asuransi jiwa yang berstandar tinggi, dan memiliki pendekatan yang profesional. Didirikan atas kepercayaan bahwa pertumbuhan adalah hasil dari pertukaran ide, konsepnya adalah :”Supaya menerima, seorang individu harus memberi.”

Dari impian ini muncullah MDRT – sebuah asosiasi independen dan internasional yang mewakili para sales asuransi jiwa dan industri jasa finansial.

MDRT, sebuah pengaruh positif di dalam industri asuransi jiwa, telah mengembangkan sebuah tradisi yang kaya dalam berbagi pengetahuan untuk keuntungan para klien, prospek, produsen, dan perusahaan.


Kode Etik

ara anggota MDRT harus senantiasa ingat dan memegang teguh Kode Etik Million Dollar Round Table ditujukan untuk mendorong standar mutu tertinggi keanggotaan. Standar ini tentunya akan bermanfaat untuk umum, dan profesi jasa asuransi dan finansial.


Rencana Strategis

DRT memiliki rencana strategis yang berjalan bersamaan saat mengembangkan program-program baru dan keuntungan bagi para anggotanya. Rencana strategis ini memiliki sembilan tujuan dan sasaran untuk membimbing organisasi ini dalam membantu para anggotanya untuk dapat melayani klien dan saling belajar dengan sesama.

 
Komite Eksekutif

MDRT diatur dan dikelola oleh lima anggota Komite Eksekutif yang secara rutin dipilih setiap tahun oleh keanggotaan MDRT.


Court of the Table dan Top of the Table

ourt of The Table dan Top of The Table bertindak sebagai insentif tambahan untuk para anggota untuk menambah tingkat produktivitas. Para anggota Court of the Table wajib menghasilkan tiga kali lebih dari persyaratan produksi dasar MDRT, dan anggota Top of The Table wajib menghasilkan enam kali lebih dari persyaratan produksi dasar. Para anggota Court of The Table dan Top of The Table dapat menikmati berbagai keuntungan tambahan yang disediakan secara eksklusif untuk mereka.



Rapat Tahunan

Rapat Tahunan MDRT telah digambarkan sebagai sebuah one-of-a-kind event, yang tidak tertandingi dalam dunia bisnis. Setiap tahun, diperkirakan 4,000 produsen top dunia berkumpul dengan jiwa persahabatan untuk mengikuti salah satu perhelatan terbesar jasa finansial profesional di dunia.

Para peserta Rapat Tahunan disuguhkan dengan ide-ide inovatif di bidang bisnis asuransi jiwa dan jasa finansial. Rapat ini menawarkan kurang lebih 100 pembicara selama presentasi motivational Main Platform, educational Focus Sessions, serta sesi sarapan dan sesi malam yang penuh wawasan. Dan, mungkin yang paling pentingnya adalah bahwa para anggota dapat saling melakukan networking dengan para profesional jasa terbaik dari seluruh penjuru dunia, dengan begitu menjalin persahabatan yang dapat berlangsung seumur hidup.



Rapat Tahunan Top of The Table

Tujuan Rapat Tahunan Top of The Table adalah untuk menyajikan sebuah pertemuan yang dapat menambah wawasan para anggotanya dalam saling bertukar ide tentang penjualan dan untuk pengembangan hubungan intrapersonal antara para produsen finansial terkemuka yang juga merupakan anggota Top of The Table. Selama rapat yang berlangsung empat hari ini, sekita 40 profesional, non-anggota, dan para pembicara anggota Top of The Table berdiskusi tentang hal-hal penting yang berhubungan dengan industry jasa asuransi jiwa dan finansial.



Pengalaman MDRT

Tujuan perhelatan ini adalah untuk memberikan sebuah pengalaman Rapat Tahunan MDRT kepada para produsen di mancanegara. Pertemuan ini, yang meniru Rapat Tahunan MDRT prestisius, menyampaikan berbagai teknik dan ide penjualan modern dan efektif, informasi teknis dan konsep motivasional bagi yang berkecimpung di bisnis jasa asuransi jiwa dan finansial. Pengalaman MDRT terbuka untuk anggota dan non-anggota MDRT.

Senin, 21 Juli 2014

Bagaimana Meraih Kemandirian Finansial

Istilah financial quotient mungkin tidak sepopuler intelegent quotient, emotional quotient atau bahkan spiritual quotient. Financial quotient (Fin-Q) adalah kesadaran akan kondisi keuangan dan kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan keuangan dan mengimplementasikan tata kelola keuangan dengan baik.

Untuk mengukur Fin-Q, Citigroup Asia Pacific melakukan wawancara online dengan 100 responden di Indonesia. Responden yang digunakan adalah berusia 18 tahun ke atas, memiliki rekening bank atau kartu kredit.

Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain:

  • Apakah Anda puas dengan kualitas kehidupan? 
  • Apakah Anda sudah mapan dalam menghadapi kondisi keuangan di masa mendatang? 
  • Apakah Anda  membuat anggaran dan mematuhinya setiap bulan? 
  • Apakah Anda menabung setiap bulannya?

Nilai Citi Fin Q untuk Indonesia menunjukkan rata-rata 51 dari 100 poin atau berada di posisi average low. 

"51 persen mempunyai kemampuan financial planning dengan baik," kata Retail Bank Head Citibank Meliana Sutikno.

Separuh responden menyatakan puas akan kualitas kehdiupannya, atau 59 persen. Sementara sisanya 41 persen merasa tidak puas. Sebagian besar juga merasa optimistis (78 persen) menghadapi keuangan di masa depan, dan 23 persen khawatir akan keuangan di masa depan.


Orang Indonesia umumnya tidak bermasalah dengan kartu kredit karena 54 persen orang Indonesia membayar penuh tagihan kartu kredtinya secara reguler. Namun demikian orang Indonesia belum memiliki disiplin menabung karena hanya 47 persen mempunyai kebiasaan menabung, sementara 45 persen berusaha menabung saat memungkinkan.

Sedangkan hanya 29 persen mematuhi anggaran bulanan yang dibuatnya dan 82 persen baru dalam tahap berusaha mengikuti anggaran. 

"Pada umumnya orang Indonesa paham bahwa menabung itu penting, namun tidak memiliki disiplin untuk menyisihkan uang dan mengikuti rencana anggaran," tuturnya.

Dari hasil tersebut orang Indonesia tidak memiliki kemampuan finansial di masa pensiun. 

Hanya 19 persen cukup yakin akan berapa dana yang dibutuhkan saat pensiun, 41 persen tidak tahu kebutuhan dana di masa pensiun, 23 persen telah memiliki rencana pensiun formal dan 24 persen belum memulai rencana apapun.

Terkait masa pensiun, 52 persen percaya tabungan pensiun akan membawa ke kehidupan yang nyaman, sementara 49 persen tidak yakin sama sekali mengenai hal itu. 

Ironisnya jika ia kehilangan pekerjaan, 1 dari 5 orang Indonesia menyatakan bahwa tabungannya hanya mencukupi untuk 4 minggu mendatang. Sementara sisanya 81 persen memiliki tabungan untuk 11 minggu saja.

"Di masa pensiun terdapat orang tua yang bergantung pada anaknya dengan demikian saat mencapai hari tua pun orang tersebut tidak mampu mencapai kemandirian finansial," jelasnya.

Orang Indonesa juga masih belum percaya akan asuransi. Hal itu ditunjukkan dengan 43 persen merasa sudah terlindungi asuransi dan 31 persen tidak memiliki asuransi sama sekali. 

Orang Indonesia juga masih sedikit yang memahami bagaimana berinvestasi, karena jika diberi 6 bulan gaji untuk diinvestasikan hanya 39 persen yang benar-benar tahu bagaimana dana tersebut akan diinvestasikan.

Untuk mencapai kemandirian finansial, maka dianjurkan untuk melakukan hal-hal yaitu menentukan tujuan finansial jangka pendek dan jangka pajnang. Sebaiknya  juga membuat anggaran dan menabung secara reguler sesuai dengan rencana anggaran.

Dalam mendukung investasi  sebaiknya setiap orang memahami produk dan layanan keuangan sehingga dapat mengalokasikan dana tidak hanya untuk menabung, tetapi juga untuk berinvestasi agar dana yang dimiliki dapat menghasilkan pengembalian lebih besar.


Anda juga harus melakukan proteksi diri untuk hari tua beserta anggota keluarga.

Senin, 16 Juni 2014

RINTIHAN ANAK - ANAK YATIM




Ayah bagaimana saya harus memulai memberitahukan Ayah, begitu banyak hal yang menimpa kami setelah Ayah pergi. 

Ayah pergi begitu tiba tiba dan semua yang Ayah tinggalkan lenyap begitu cepat.

Kami sekarang tinggal di sebuah kamar sewaan yang kecil dengan lampu redup-redup, dan tempat tidur yang patah. 

Ayah, apakah semua anak kecil harus menderita ketika Ayahnya pergi untuk selama-lamanya? 

Seandainya Ayah tahu bagaimana lapar dan dingin yang kami rasakan. Saya yakin Ayah, bila Ayah tahu bahwa Ibu dan saya menjalani semuanya ini dalam seminggu, 7 hari. Hati Ayah akan hancur.

Saya tahu Ayah tidak bermaksud meninggalkan kami mengalami ini semua. 

Ayah begitu mencintai dan memberikan segala sesuatu untuk kami. Bahkan mengambil pinjaman. Saya masih ingat saat Ayah harus bekerja keras hingga malam. 

Sehingga Ibu dapat memiliki mesin jahit dan saya memiliki baju baru. Sekarang Ibu harus mencuci  pakaian tetangga setiap hari juga menjahit setiap malam supaya saya dapat bersekolah dan Ibu berpikir itu adalah kewajibannya. 

Saya ingin membantu Ibu walaupun saya masih kecil. Saya bisa mencuci piring, mencabut rumput dan mungkin juga memperoleh lima ribu rupiah untuk pekerjaan-pekerjaan itu. 

Saya tidak iri dengan Susan, walaupun ia tinggal di rumahnya sendiri, menyisir dengan sisir yang bagus. 

Dia tidak pernah merasa lapar, dingin dan selalu berpakaian bagus. Karena saya tahu tidak seorangpun yang mempunyai Ayah dan Ibu yang lebih baik dari punyaku. 

Ayah kadang kala saya menangis, karena saya tidak mengerti. Mengapa Ibu terus menerus menangis.

Ayah mohonlah kepada Tuhan untuk membantu, untuk membahagiakan Ibu kembali. 

Saya benar-benar kehilangan Ayah dan sekarang saya kehilangan senyuman Ibu. 

Bagaimana saya bisa membahagiakan Ibu karena saya sendiripun sedih dan bingung. 

Saya tidak tahu mengapa?

Ayah ada satu hal yang saya ketahui dan berharap Ayah tidak akan marah bila saya ungkapkan, ayah Susan meninggalkan mereka ASURANSI ketika ia meninggal.  Ini benar Ayah. 

Setiap orang mengatakan Ayah begitu muda sehat dan kuat. Ayah berkata kalau ASURANSI itu tidak perlu dan tidak seorangpun berpikir itu salah. 

Meskipun demikian, tidaklah baik bagi kami untuk mengatakan bahwa karena itu saya dan Ibu harus menderita hari ini.

Semoga para Ayah menyadari bahwa anak-anak mereka membutuhkan ASURANSI, sehingga mereka tidak bergantung pada Ayahnya yang sudah tiada. 

Dan akhirnya menjadi BEBAN orang lain. 

Hidup menjadi kehinaan dan terpuruk menderita dan jauh dari masa depan yang sejahtera.

Karena mau tidak mau suatu hari Ayah mereka pasti meninggal dan Ibu mereka tidak perlu menangis setiap malam. Juga anak- anak tidak perlu bertanya, kenapa Ayah, kenapa?

Sudah kah Anda menyambung Tali Kasih sebagai bukti cinta Anda pada masa depan buah hati? 

Segeralah persiapkan sedini mungkin dan selagi masih mungkin...!

Demi waktu sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi kecuali bagi mereka yang bijak.....

Minggu, 08 Juni 2014

7 ALASAN MENGAPA AGENT ASURANSI MENGEJAR - NGEJAR ANDA


Anda Pencari Nafkah di Keluarga?
Inilah 7 Alasan Mengapa Agen Asuransi Mengejar - ngenjar Anda :

1. Seorang Agen Mengetahui Bahwa Resiko Hidup Bisa Terjadi Kepada Siapa saja, dan Kapan saja, Siap Ataupun Tidak, Risiko Hidup adalah Sakit, Kecelakaan dan Meninggal Dunia.

2. Seorang Agen Mengetahui bahwa Ketika Resiko itu Terjadi, semua Rencana - rencana Masa Depan Keluarga menjadi Buyar dan Surga menjadi Tidak Indah untuk Anda.

3. Seorang Agen mengetahui bahwa Tidak ada satupun orang di Dunia ini yang mau menggantikan Anda
untuk mencari Nafkah. untuk Anak Istri Anda walaupun itu adalah Saudara Kandung sendiri.

4. Seorang Agen mengetahui bahwa tabungan bahkan Aset yang Anda Miliki akan tergerus habis bila mengalami resiko - resiko kehidupan.

5. Seorang Agen mengetahui bahwa Kondisi Kesehatan Anda Menurun, dan Saat itu terjadi, Tidak ada satu pun Perusahaan Asuransi yg mau Menerima Anda.

6. Seorang agen Mengetahui bahwa Banyak orang yang menyiapkan dana Pensiun, Dana Pendidikan dan Dana Kesehatan terlambat, sehingga Anda harus membayar lebih mahal akibat penundaan.

7. Seorang agen asuransi mengetahui bahwa walaupun Anda sudah memiliki Polis Asuransi, namun polis yang anda miliki belum memiliki pengaman investasi.
 
Sekarang Anda tau kan, Kenapa Agen Asuransi mengejar - ngejar Anda? 

Karena ketika terjadi Risiko Hidup, maka Kami datang ke rumah Anda bukan hanya membawa karangan bunga, tetapi Dana Cash dan Garansi Income untuk keluarga Tercinta Anda.
 
Teriring salam
HERIANSYAH PUTRA
konsultan keuangan anda
GENERALI INDONESIA 
081370434433
ryansyah82@yahoo.com

Kamis, 22 Mei 2014

GRATIS : KONSULTASI CARA MENJADI NASABAH "GENERALI INDONESIA"


Untuk merencanakan kebutuhan ASURANSI JIWA (kesehatan, pendidikan dan pensiun) anda, pastikan terlebih dahulu bahwa anda telah memutuskan dan komitmen memilih GENERALI INDONESIA sebagai partner keuangan untuk masa depan anda, dengan 2 (dua) PILIHAN sebagai berikut :

1. Saya komitmen memiliki POLISH Asuransi Jiwa Generali Indonesia SESUAI KEBUTUHAN SAYA.

2. Saya komitmen memiliki POLISH Asuransi Jiwa Generali Indonesia SESUAI KESANGGUPAN SAYA.

Kemudian mintalah kepada kami untuk membuatkan PROPOSAL ILUSTRASI asuransi anda, dengan memberikan DATA DIRI / KELUARGA anda secara lengkap :
- Nama dan tanggal lahir sesuai KTP (suami/istri/ayah/ibu/saudara)
- Nama dan tanggal lahir sesuai AKTE KELAHIRAN (anak)
- Alamat email dan alamat rumah / kantor 
- Nomor Handphone (aktive)

Kemudian pilih PRODUCT yang anda butuhkan, sbb:

Setiap PROPOSAL ILUSTRASI yang telah kami kirimkan ke alamat email akan kami komfirmasikan kepada anda via SMS / TELP.

Lalu download dan print PROPOSAL ILUSTRASI tersebut, kemudian pelajari dan fahami, jika ada yang ingin anda pertanyakan, silahkan hubungi : 

Bapak Heriansyah Putra : 081370434433

Aplikasi SPAJ (surat permohonan asuransi jiwa) akan kami kirimkan ke alamat rumah / kantor anda, setelah anda KOMITMEN / MEMUTUSKAN persetujuan sesuai PROPOSAL ILUSTRASI yang telah kami buat untuk anda / keluarga.

Perubahan SPAJ dapat diajukan kembali, meskipun SPAJ telah disubmit/disetujui atau issued/dikelurkan, dengan syart dan ketentuan yang berlaku.

I'tikad baik anda adalah merupakan kerjasama yang baik dalam PERNYATAAN KESEHATAN anda, histori penyakit / sakit kritis, pembedahan, merokok yang terlalu over dll yang mensyaratkan anda WAJIB melakukan MEDICAL CHECKUP sesuai permintaan dari Perusahaan Asuransi Jiwa Generali Indonesia sebagai kelengkapan SPAJ anda, di Klinik / Rumah sakit rekanan tanpa dikenakan biaya apapun.

SPAJ anda juga bisa TIDAK DISETUJUI apabila tidak memenuhi STANDART ketentuan layak sebagai nasabah yang DITANGGUNG oleh Perusahaan Asuransi Jiwa Generali Indonesia sebagai PENANGGUNG. 

Info lebih lanjut, silahkan hubungi : 
Bapak Heriansyah Putra
Handphone : 081370434433
Email: ryansyah82@yahoo.com

Jumat, 16 Mei 2014

OTORITAS JASA KEUANGAN : APA ITU ASURANSI?

 
 
ASURANSI

Asuransi adalah perjanjian antara penanggung dan tertanggung yang mewajibkan tertanggung membayar sejumlah premi untuk memberikan penggantian atas risiko kerugian, kerusakan, kematian, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi atas peristiwa yang tak terduga.
 
Usaha perasuransian merupakan kegiatan usaha yang bergerak di bidang:
  1. Usaha asuransi, yaitu usaha jasa keuangan yang dengan menghimpun dana masyarakat melalui pengumpulan premi asuransi memberikan perlindungan kepada anggota masyarakat pemakai jasa asuransi terhadap kemungkinan timbulnya kerugian karena suatu peristiwa yang tidak pasti atau terhadap hidup atau meninggalnya seseorang.
  2. Usaha penunjang usaha asuransi, yang menyelenggarakan jasa keperantaraan, penilaian kerugian asuransi, dan jasa akturia.
Usaha perasuransian dilaksanakan oleh:
Perusahaan Asuransi:
  1. Perusahaan Asuransi Kerugian, adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko atas kerugian, kehilangan manfaat, dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga, yang timbul dari peristiwa yang tidak pasti.
  2. Perusahaan Asuransi Jiwa, adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan hidup atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan.
  3. Perusahaan Reasuransi, adalah perusahaan yang memberikan jasa dalam pertanggungan ulang terhadap risiko yang dihadapi oleh Perusahaan Asuransi Kerugian dan atau Perusahaan Asuransi Jiwa.
  1. Penunjang Usaha Asuransi:
    1. Perusahaan Pialang Asuransi, adalah perusahaan yang memberikan jasa keperantaraan dalam penutupan asuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi asuransi dengan bertindak untuk kepentingan tertanggung.
    2. Perusahaan Pialang Reasuransi, adalah perusahaan yang memberikan jasa keperantaraan dalam penempatan reasuransi dan penanganan penyelesaian ganti rugi reasuransi dengan bertindak untuk kepentingan perusahaan asuransi.
    3. Agen Asuransi, adalah seseorang atau badan hukum yang kegiatannya memberikan jasa dalam memasarkan jasa asuransi untuk dan atas nama penanggung.
    4. Perusahaan Penilai Kerugian Asuransi, adalah perusahaan yang memberikan jasa penilaian terhadap kerugian pada obyek asuransi yang dipertanggungkan.
    5. Perusahaan Konsultan Akturia, adalah perusahaan yang memberikan jasa akturia kepada perusahaan asuransi dan dana pensiun dalam rangka pembentukan dan pengelolaan suatu program asuransi dan atau program pensiun.

PELUANG BISNIS * PASSIVE INCOME GENERALI