visi & misi

Tampilkan postingan dengan label konsultan keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konsultan keuangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

PELUANG KARIR & BISNIS : PT. ASURANSI JIWA GENERALI INDONESIA







CAREER OPPORTUNITY

PT. AJ GENERALI INDONESIA www.generali.co.id

CAREER PATH / LEVEL:
- FINANCIAL CONSULTANT (500)
- BUSINESS MANAGER (100)
- BUSINESS DIRECTOR (50)
- BUSINESS AGENCY OWNER (25)


(for those of you who are experienced in the field of insurance, your career path is sincronized)

Asuransi Jiwa Generali Indonesia merupakan bagian dari Generali Group, yaitu perusahaan yang didirikan pada tahun 1831, di Trieste, Itali sebagai salah satu penyedia asuransi terbesar di Eropa dan terbesar sebagai perusahaan asuransi jiwa di Eropa.

Generali Indonesia memiliki strategi bisnis yang terdefinisi secara jelas: memfokuskan diri pada jalur multidistribusi, membangun kemitraan seimbang berjangka panjang dengan lembaga keuangan dan distribusi umum, menyediakan produk-produk inovatif superior dan layanan bernilai tambah kepada pelanggan, serta menjadi pemain utama di industri asuransi jiwa dan investasi di Indonesia.

Dengan strategi tersebut, Generali Indonesia telah berkembang dengan cepat, mendorong jaringan global dan keahlian Generali Group dalam hubungan nasabah asuransi global dan lokal, dan membangun teknologi yang dibutuhkan dan prasarana korporasi yang penting untuk ekspansi di masa datang.

LOCATION:
Seluruh wilayah Indonesia


SEND YOUR CV TO:
generaligalaxy@gmail.com

DIRECT CALL:
081370434433
 

Heriansyah Putra Mdrt
team recruitment & network development

note:
- service for question in call only
- no service for question via inbox / comment / sms

Rabu, 19 November 2014

KONSULTAN KEUANGAN ASURANSI JIWA ADALAH PROFESI PANGGILAN JIWA

Disini aku baru faham arti profesi KONSULTAN KEUANGAN di perusahaan asuransi jiwa.

Akulah orang pertama yang sangat menyesali ketika aku mendengar clientku dipilih TUHAN untuk menerima cobaan SAKIT KRITIS yang sekarang terbaring di ruang ICU.

Namun siapapun tidak ada siapa pun yang bisa DIPERSALAHKAN.

Ya benar, pasien di RS M yang aku jenguk hari ini adalah clientku.

Tapi keputusannya untuk TIDAK AMBIL manfaat RS & SAKIT KRITIS mengharuskan istrinya harus merogoh simpanannya.

Rp 140 JUTA, sudah dibayarkan SENDIRI.

Sekarang istrinya harus berkata jujur kepadaku bahwa sang suami sangat KERAS KEPALA untuk tidak ambil polis yang cover BIAYA PERAWATAN RUMAH SAKIT & SAKIT KRITIS.

Spontan aku harus meluruskannya, bahwa apapun itu keputusan sang suami TIDAK ADA YANG SALAH.

Aku harus bijaksana dalam menyikapi kondisi saat ini, apalagi istri clientku meminta bantuanku untuk menjual salah satu RUMAHNYA.

Aku langsung DOWN, karena kondisi KEUANGANNYA sudah menipis untuk mempersiapkan DANA perobatan demi kesebugan suami tercintanya.

Aku baru sadar, bahwa saat sebelum clientku memutuskan untuk hanya ambil rancangan DANA PENSIUN & JIWA saja, aku kurang KERAS KEPALA untuk memaksanya harus ambil manfaat JAMINAN KESEHATAN & SAKIT KRITIS yang ia butuhkan saat ini.

JAMINAN POLIS ASURANSI COMPLETE itulah seharusnya yang ia miliki.

NASI SUDAH MENJADI BUBUR.

Aku TIDAK MAMPU lagi membantu clientku untuk ambil JAMINAN tersebut.

Karena TIDAK ADA perusahaan asuransi manapun yang MENYETUJUI permohonan pengajuannnya.

Solusinya HANYA DUA:

1. Tetap menjaga POLIS manfaat DANA PENSIUN & JIWANYA agar tetap INFORCE (tidak lapse) karena clientku sedang KRITIS di ruang ICU.

2. BERDO'A

Sahabat semua yang seprofesi denganku.

Jadikan KENYATANN HIDUP ini untuk menjadi PEMBELAJARAN PENTING.

KERAS KEPALA ANDA untuk meyakinkan prispect / client anda SANGAT DIBUTUHKAN sebelum semuanya TERLAMBAT.

PERIORITASKAN manfaat JAMINAN KESEHATAN & SAKIT KRITIS client / prospect ANDA.

PASTIKAN SIAPAPUN DI SEKELILING ANDA NEMILIKI POLIS ASURANSI JIWA YANG CUKUP DAN COMPLETE SEBAGAI JAMINAN SEUMUR HIDUP.

SAYA...
HERIANSYAH PUTRA
KONSULTAN KEUANGAN
GENERALI LIFE INSURANCE
www.generali.co.id


SAKSI HIDUP UNTUK MEMBUKTIKAN BETAPA PENTINGNYA ASURANSI JIWA YANG CUKUP DAN COMPLETE UNTUK KITA SEMUA.

DI DUNIA INI UANG BUKANLAH SEGALA GALANYA, TAPI SEGALANYA DI DUNIA INI MEMERLUKAN UANG.

Minggu, 15 Juni 2014

PROFESI AGENT ASURANSI ADALAH PROFESI LUAR BIASA, BUKAN FREELANCE.

Saya masih ingat. Persis setelah resign dari sebuah perusahaan sepeda motor Jepang, saya coba lagi peruntungan di dunia jualan dengan menjadi agen asuransi. 

Waktu itu jalurnya lewat Agen asuransi yang menjual polish kepada saya. Saya tidak tahu apa dan bagaimana asuransi. Pokoknya begitu lihat ada PELUANG, saya langsung mendaftar.

Bayangan waktu itu, jadi agen sama dengan jadi sales pada umumnya. Ada target jualan. Digaji bulanan. Ternyata bayangan gaji buyar dengan seksama begitu tahu bahwa agen itu gak digaji. Pendapatannya murni didapat dari hasil jualan. 

Menjadi agen, berdasarkan informasi yang saya dapat selama ini, jauh dari kesan kerja sambilan. Ada target yang harus dikejar. Ada tim yang harus dibentuk. Ada pelayanan terhadap pelanggan yang harus dipenuhi dan ditangani dengan teliti dan penuh kesabaran. 

Semakin banyak klien, semakin besar tanggungjawabnya. Semakin banyak agen yang berhasil direkrut, semakin banyak juga kerja yang harus dituntaskan. Mulai dari memotivasi dan membimbing tim, sampai memastikan setiap tim bekerja sesuai dengan aturan main yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Meskipun tidak digaji, tidak masuk daftar karyawan, tapi agen tak ubahnya sebuah profesi yang menuntut keseriusan dan kerja keras. 

Ini adalah perpaduan antara jualan dan jaringan. Gabungan antara mencari nasabah dan membentuk tim kerja. Semakin besar omset yang dihasilkan oleh tim, maka semakin tinggi jenjang karir yang didapat. Pada saat itulah target yang harus dicapai semakin besar, agar karir semakin tinggi lagi.

Orang asuransi bilang, menjadi agen adalah satu cara untuk berkarir secara mandiri. Bebas menentukan jam kerja. Tidak terikat aturan perusahaan yang menetapkan delapan jam ngantor.

Tapi pada prinsipnya, menjadi agen adalah pilihan dalam mendapatkan penghasilan. Sama baiknya dengan pilihan menjadi pengusaha atau karyawan. 

Kalau hanya dijadikan sambilan, maka jenjang karir yang didapat akan cenderung jalan di tempat. Bahkan mati di tengah jalan, yang pada akhirnya merugikan pembeli polis yang notabene adalah orang-orang terdekat si agen.

Bagaimana tidak. Ketika seorang agen tidak lagi aktif atau mengundurkan diri, urusan administrasinya akan dialihkan ke agen lain yang belum tentu dia kenal. Ketika ada klaim, boleh jadi akan muncul masalah karena kedekatan antara agen dan pembeli polis jadi berjarak.

100% di bidang asuransi seperti saya saat ini, dengan prinsip yang telah mendarah daging: 

KOMITMEN - KONSISTEN - FOCUS - PRESISTENCE. 

Agen seperti inilah yang dibutuhkan oleh pemegang polis. Paling tidak, ketika harus mengajukan klaim, ada orang terdekat yang siap membantu dan mempercepat prosesnya. Rasa aman dan nyaman adalah layanan terpenting dalam asuransi. Dan agen yang baik adalah yang mampu menjaga rasa itu selama setidaknya 10 tahun mencicil premi bulanan.

Saya komitmen menjalani profesi ini lantaran prospek asuransi masih sangat besar. Coba lihat berapa banyak orang Indonesia yang sudah punya polis asuransi. Masih sedikit sekali.

Data Fitch Media Department menyebutkan:

Penetrasi asuransi di Indonesia, seperti dikutip Investor Daily Indonesia, mencapai 1,7%. Jauh lebih kecil dibandingkan negeri jiran, Singapura dan Malaysia, yang penetrasinya sudah mencapai 4%.

Jumlah pemegang polis asuransi di Indonesia tercatat hanya sekitar 63 juta, dimana 10 juta adalah pemegang polis individual dan 53 juta adalah pemilik polis gabungan. Dan hanya 3% masyarakat Indonesia yang memiliki asuransi kesehatan.

Kata kunci asuransi adalah proteksi masa depan.
 

Orang Indonesia sebenarnya sudah banyak yang memproteksi aset yang dimiliki, tapi sayang proteksi itu dilakukan karena dipaksa pihak lain. 

Maksud saya, ketika Anda membeli mobil atau motor dengan fasilitas cicilan, pihak leasing akan mewajibkan Anda mengeluarkan uang untuk asuransi all-risk kendaraan sekian tahun lamanya sampai cicilannya lunas. 

Artinya, asuransi dibeli karena kebutuhan pihak pemberi jasa cicilan, bukan karena kebutuhan pemilik kendaraan.

Dan menurut saya, proteksi paling krusial adalah terkait biaya kesehatan dari tahun ke tahun yang selalu bertambah mahal. Uang tabungan atau deposito yang dikumpulkan berbulan-bulan belum tentu sejalan dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk rawat-inap sekian tahun ke depan. 

Sekarang tingkat kesadaran masyarakat dalam membeli polis memang masih sangat rendah. Tapi satu saat ini, atau setidaknya lima tahun ke depan, ketika pemerintah telah menerapkan jaring pengaman sosial yang salah satu implementasinya mewajibkan setiap warga negera memiliki polis asuransi, produk ini akan menjadi bisnis yang diminati banyak pekerja.

Dan saat itulah agen asuransi benar-benar tidak bisa lagi dijadikan kerja sambilan, tapi sebagai sebuah profesi yang harus dilakoni secara serius dan profesional. 

Sebelum hari itu tiba, Anda bisa mulail merintisnya dari sekarang. Karena percayalah. Lima tahun ke depan itu bukanlah waktu yang lama.
 
Ketua Dewan Asuransi Indonesia Kornelius Simanjuntak mengklaim gaji seseorang yang berkarir di sektor asuransi bisa melebihi direksi sebuah perusahaan.

Kornelius mengatakan, peluang karir di asuransi sangatlah besar. Selain itu pendapatan seseorang yang berkarir di sektor asuransi juga bisa menjadi gantungan hidup.


"Gaji orang asuransi lebih besar dari bank, kalau tidak mengenal tidak mengetahui apa yang di sana, sekarang agen bekerja di asuransi gaji direksi kalah."


Menurut dia, untuk mencapai pendapatan yang besar, pekerja asuransi harus tekun dengan pekerjaannya. Jika kunci tersebut digunakan maka dipastikan pendapatan pekerja asuransi bisa melebihi pendapatan pekerja lulusan strata satu yang bekerja di tempat lain.

"Income mereka bagi yang menekuni dengan baik kalau gaji S1 Rp 3 juta-Rp 4 juta (perbulan), itu sebelum satu tahun 6 bulan training review. Jangankan Rp 6 juta, Rp 15 juta -Rp 20 juta diraih, dengan syarat ditekuni."
 
Kornelius menceritakan, pekerja asuransi di luar negeri sangat dihargai, karena masyarakat di sana sudah mengetahui pendapatan bekerja di sektor asuransi sangatlah besar. "Di negara maju kita ngobrol di mana bekerja orang asuransi banyak uang, enak ya jadi agen," tuturnya.

Hal tersebut sudah dilakukan mahasiswa yang diajar Kornelius.

 "Mahasiswa saya aja ada beberapa terjun ke profesi ini, income-nya begitu dia lulus, semester 5-6 income sudah ada Rp 20 juta-Rp 25 juta, melaksanakan anjuran saya untuk berkarir, dampak cukup posisitif dan sangat positif, apalagi dengan adanya OJK."

sumber :http://bisnis.liputan6.com/read/722501/wah-gaji-agen-asuransi-bisa-kalahkan-direksi 

Kamis, 06 Februari 2014

Kabar Gembira....!!! untuk ANDA join mitra bersama GENERALI INDONESIA




Kabar Gembira....!!!

Generali memberikan kesempatan kepada seluruh FC (Financial Consultant) Generali untuk mendapatkan ABM CLUB Tour ke Kuala Lumpur Malaysia sebagai Apresiasi kepada Agen yang di Promosi naik posisi menjadi (BM) Business Manager di Generali. 

ABM CLUB hanya dengan 98 juta API sudah berhak mendapatkan 1 Perjalanan Mewah bersama Generali. 

Ini adalah kesempatan Emas bagi Agen-agen yang baru bergabung dengan GENERALI.

Atau bagi para Blogger yang ingin bergabung dengan Generali masih besar kesempatan untuk mendapatkan Kontes - Kontes di Generali dan kita Sukses Bersama - sama. 

Support Company begitu Luar Biasa kepada mitra-mitranya agar kita semua bisa Lebih Cepat Sukses meraih Impian.

PELUANG BISNIS * PASSIVE INCOME GENERALI